MATATELINGA, Bengkulu: Korban meninggal dunia akibat bencana alam banjir dan tanah longsor di Bengkulu, bertambah menjadi 15 orang. Sementara 5 orang masih dinyatakan hilang. Korban tersebut tersebar di tiga kabupaten/kota di provinsi berjuluk ''Bumi Rafflesia'' itu.Korban tewas itu terdapat di Kota Bengkulu sebanyak 3 orang. Lalu, di Kabupaten Bengkulu Tengah, sebanyak 10 orang dan di Kabupaten Kepahiang sebanyak 2 orang. Sementara, untuk korban hilang, terdapat di Kabupaten Kaur 1 orang dan Kabupaten Bengkulu Tengah 4 orang.''Saat ini korban meninggal dunia sudah bertambah sebanyak 15 orang,'' kata Kepala BPBD Provinsi Bengkulu Rusdi Bakar melalui Kasubdit Tanggap Darurat BPBD Provinsi Bengkulu, Indi Sasra Wijaya, Minggu (28/4/2019).Korban 15 orang meninggal dunia tersebut, sampai Indi, merupakan korban yang sempat dinyatakan hilang pada sebelumnya. Hingga saat ini, korban yang dinyatakan hilang masih dalam pencarian tim gabungan.''Tim gabungan masih bekerja di lapangan,'' ucap Indi. Bencana alam di Bengkulu tersebar di delapan kabupaten/kota. Di daerah itu terdampak banjir dan tanah longsor. Kedelapan daerah itu adalah Kota Bengkulu, kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong, Bengkulu Utara, dan Kaur.Selain korban jiwa, dari data Badan Penanggulangan Bencana Daearah (BPBD) Bengkulu, akibat bencana banjir setidaknya 12.000 warga mengungsi dan 13.000 jiwa terdampak dari bencana banjir yang tersebar di delapan daerah tersebut. Tidak hanya itu, dampak bencana banjir dan tanah longsor sedikitnya 184 rumah rusak, 4 unit bangunan fasilitas pendidikan rusak, 40 titik insfrastruktur rusak, baik jalan nasional, provinsi maupun jalan kabupaten.Bahkan, sarana-prasana perikanan dan kelautan ikut rusak yang tersebar di lima daerah di Bengkulu. Akibat, bencana alam tersebut kerugian ditaksir mencapai Rp138 miliar, yang saat ini masih terus dilakukan pendataan. (Mtc/Okz)