Matatelinga - Medan, Di era Orde Baru, kekuasaan memang didukung sepenuhnya oleh tentara. Hal tersebut menurutnya sudah tidak mungkin terulang lagi setelah tumbangnya Orde Baru. Saat ini, kata Banyu, siapapun yang bertarung di medan politik untuk menjadi caleg maupun capres harus memiliki dukungan yang mengakar kuat ke rakyat tanpa kecuali, termasuk para purnawirawan jenderal yang berlaga.Menurut Banyu, kekuatan mereka di tubuh TNI tidak perlu lagi diperhitungkan karena sudah tidak lagi memiliki dan berada di jalur komando."Situasinya sudah jauh berbeda dengan era Orde Baru," ujarnya.Netralitas Tentara Nasional Indonesia dalam pemilihan umum (Pemilu) bukan hanya sekadar sebuah keharusan namun merupakan sesuatu yang absolut. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh pengamat militer, Anak Agung Banyu Perwita Jumat(04/4/2014)."Saya mendukung pernyataan panglima TNI yang mengatakan siapapun tentara yang tidak netral akan dibabat," katanya.Menurut Banyu yang kini menjabat sebagai dekan Fakultas Hubungan Internasional, Komunikasi dan Hukum di President University tersebut, munculnya para purnawirawan jenderal TNI ke pentas politik baik sebagai calon anggota legislatif maupun calon presiden seperti Wiranto maupun Prabowo tidak akan menyebabkan terganggunya netralitas di tubuh TNI maupun tarik menarik kepentingan. "Jauh lebih penting merebut hati rakyat daripada tentara," katanya.Hal tersebut menurut Banyu adalah sebuah keniscayaan dalam negara yang tengah mengalami proses demokratisasi seperti Indonesia. Namun Banyu mengingatkan agar para politisi sipil maupun para purnawirawan jenderal yang terjun ke medan politik tidak bermain mata dengan tentara dan menganggu jalannya proses demokrasi di tanah air. Jika masih ada yang seperti itu menurut Banyu hal tersebut menunjukkan ketidakpercayaan diri dari para politisi."Jadi masalahnya bukan tentara yang kuat, tetapi ada di penguatan masyarakat sipil. Jika politisi sipil tidak percaya diri maka tentara yang lemah juga akan kembali diajak berkolaborasi di wilayah politik praktis," ujarnya.(Vnc/Mt-01)