MATATELINGA, Medan: Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur (Uighur), Seyit Tumturk mengapresiasi langkah tegas Amerika dan Jerman dalam membela etnis Uighur. Langkah tegas kedua negara itu diharapkan bisa dicontoh oleh negara-negara Muslim lain.Hal ini disampaikan Seyit Tumturk saat temu pers dengan sejumlah wartawan di Medan, Selasa (31/12/2019)."Walaupun sampai saat ini belum ada negara yang melakukan hal tersebut, saya melihat di Kongres Amerika, mereka sudah memutuskan untuk mengatakan ya, memberikan sanksi kepada China. Memang dalam hal ini belum dijelaskan sanksi apa yang diberikan, namun Kongres mereka sudah menyetujui dan akan diberikan ke Senator dan ditandatangani Presiden," ucap Seyit Tumturk didampingi penterjamaah.Langkah Amerika ini kata Seyit Tumturk bisa dijadikan contoh negara lain di dunia bahwa ini Amerika pun bisa menduku."jadi ini bukan agenda keagaamaan, namun agenda kemanusiaan. ini yang menjadi concern kita dengan kasus yang terjadi di Turkistan Timur ini,"sebutnya.Selain Amerika, lanjut Seyit Tumturk, Parlemen Jerman juga melakukan hal serupa. Saat ini, parlemen di sana tengah menggalakan kampanye tanda tangan untuk meminta dukungan kepada masyarakat Jerman soal apa yang mereka lakukan terhadap nasib bangsa Uighur. "Sayang sekali, kami merasa sedih. Langkah-langkah yang dilakukan Jerman dan Amerika ini tidak dilakukan negara-negara Islam. Padahal secara agama, secara kemanusiaan, negara-negara Islam ini yang seharusnya mengambil langkah-langkah tersebut," sebut Seyit."Bagi kami, dengan tidak bersuaranya pejabat atau petinggi negara Islam di dunia, tidak menjadikan kami sedih. Sebab kami melihat dan merasakan bahwa warga Muslim di dunia menunjukan kepedulian mereka terhadap bangsa Uighur,"imbuhnya lagi.Kehadiran Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur (Uighur), Seyit Tumturk di Medan merupakan bagian dari roadshow yang diselenggaran AQL Peduli untuk mengungkapkan fakta sebenarnya yang terjadi menimpa suku Uighur. (mtc/fae)