MATATELINGA, Kota Malang: Sejumlah lokasi kafe dan warung kopi di sejumlah tempat, yang tak menghiraukan protokol kesehatan, dilakukan rapid test oleh Tim gabungan penanganan Covid-19 Kota Malang.Tim gabungan yang terdiri dari Pemkot Malang, Polresta Malang Kota, Kodim 0833, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perhubungan (Dishub), BPBD, dan Satpol PP bergerak sejak pukul 20.00 WIB, pada Rabu (3/6/2020) malam.Sasaran pertama adalah lokasi nongkrong di Pasar Tawangmangu, ratusan pemuda yang tengah asyik ngopi di kafe dan warung kopi dibuat terkejut dengan kedatangan petugas. Mereka yang 'tertangkap basah' asyik ngopi dan tak menerapkan protokol kesehatan dilakukan rapid test di tempat. Total ada 16 kedai kopi yang dilakukan rapid test kepada pengunjung dan karyawan.Selanjutnya tim gabungan bergerak di kawasan Jalan Sudimoro dimana terdapat puluhan kedai kopi yang jadi sasaran. Lagi - lagi kedatangan petugas gabungan ini membuat muda - mudi yang asyik ngopi kabur.Sebagian pemuda yang tak mengenakan masker dan berkerumun, dilakukan rapid test secara acak oleh petugas Dinkes Kota Malang dengan pakaian alat pelindung diri. Total ada 22 kafe dan warung kopi yang dilakukan rapid test baik kepada pengunjung, karyawan, dan pemilik usaha.Pengunjung kian terkejut sesaat setelah satu pemuda yang usai dilakukan rapid test tiba - tiba lemas dan pingsan mendadak. Proses evakuasi pun berjalan dramatis, tim Public Safety Center (PSC) Kota Malang yang disiagakan mengevakuasi pemuda tersebut ke mobil ambulan.[br]Saat ditelusuri ternyata pemuda tersebut mengalami takut terhadap darah dan jarum, sehingga menyebabkan dirinya pingsan dan harus mendapat bantuan oksigen selama di mobil ambulan. Beruntung pemuda tersebut tak sampai dibawa ke rumah sakit dan begitu sadar langsung diminta untuk pulang.Walikota Malang Sutiaji mengungkapkan, sengaja mengadakan rapid test secara acak di para pengunjung, karyawan, dan pemilik sejumlah kafe, kedai kopi, karena dianggap belum menjalankan protokol kesehatan Covid-19."Meski new normal tapi tetap protokol kesehatan Covid-19 diperhatikan. Justru kaum mudanya yang berkerumun, tidak memakai masker, salah satu alasannya itu (tidak taat protokol kesehatan) tadi," ungkap Sutiaji.Ia menambahkan dari sekitar 50 orang dari pengunjung, karyawan, pemilik kafe dan kedai kopi, ada satu sampel yang menunjukkan 'tanda tanya' karena diduga mengarah ke reaktif."(Kalau hasil yang reaktif rapid test) Intinya belum tahu, di Tawangmangu tadi ada satu yang tanda tanya. Nanti akan disampaikan kalau memang masuk," sebutnya.