Oleh: Lilik Misnaryadi S.PSiSudah hampir kurang lebih setengah tahun virus corona atau Covid-19 melanda negeri ini. Dan parahnya, virus dari negeri Cina ini sampai sekarang belum ditemukan obatnya. Berjalannya waktu, Corona juga telah merusak sendi-sendi perekonomian.Tak cuma di situ saja, dunia belajar mengajar demi untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa pun ikut terimbas. Selama ini pula para anak didik mau tidak mau, suka tidak suka harus mengikuti anjuran pemerintah untuk mengikuti protokol Kesehatan.Bukan tidak beralasan, demi menyelamatkan generasi bangsa ini dari serangan virus Covid 19, Pemerintah pun membuat aturan dan kebijakan memberlakukan belajar di rumah dengan bertatap muka melalui daring. Selain itu, dengan belajar secara daring, tanggung jawab belajar dan mengajar tidaklah menjadi tanggung jawab guru sepenuhnya.Akan tetapi, para orang tua bisa lebih dekat kepada anaknya dengan turut serta mndampingi anaknya belajar di rumah. Jadi tidak bisa serta merta menyalahkan guru jika ada persoalan belajar mengajar terhadap anak mereka.Akan tetapi ternyata, lambat laun kebijakan pemerintah ini sepertinya mulai disorot oleh para orang tua siswa. Banyak dari mereka yang mengomel melalui akun media sosial. Anak mereka disuruh belajar di rumah, tetapi uang sekolah tetap diwajibkan membayar.Kalau tidak dibayar bagi yang bersekolah di swasta, lantas siapa yang menggaji para pengajarnya?.Padahal menurut hemat penulis, pemberlakuan belajar di rumah dilakukan Pemerintah demi untuk menyelamatkan anak bangsa, generasi bangsa, dari penyebaran virus Covid-19 yang kasat mata.Bahkan parahnya lagi, saat pemerintah menerapkan aturan untuk belajar di rumah, orang tua seperti tidak peduli. Anak-anak mereka malah dibebaskan bermain di luar rumah, bahkan berkerumun di tempat ramai tanpa mengindahkan Protokol kesehatan. Kalau tertular virus Covid-19, apakah masih pemerintah jadi kambing hitam?.Tak sampai di situ, para orang tua juga cenderung menyalahkan Pemerintah kenapa anak mereka disuruh belajar di rumah sedangkan tempat-tempat perbelanjaan seperti Mall, pasar, dan tempat keramaian lainnya dibuka.Yang jadi pertanyaan, ketika tempat perbelanjaan terus ditutup, kita beli sayur di mana? Beli ikan di mana? Beli kebutuhan sandang di mana?Dibukanya tempat seperti itu pemerintah juga telah mengingatkan dengan keras agar mereka tetap patuh dengan protokol kesehatan. Bukan serta merta lepas tangan.Dan kalau saja tempat-tempat perbelanjaan terus ditutup, sudah dipastikan perekonomian semakin terpuruk. Ketika perekonomian terpuruk, keluarga akan makan apa? Untuk itu, penulis mengajak kepada seluruh elemen dan masyarakat bisa lebih bijak dan memahami situasi dan kondisi yang terjadi saat ini agar Kota yang kita cintai (Medan) ini lebih bermartabat.#yokkitabikinmedancantik#yokbikinmedanbermartabat#savemedanPenulis adalah :- Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) dailysatu.com- Sekretaris Umum Relawan savemedan