MEMANG segala sesuatu itu diawali dengan niat. Seperti sebuah hadist Nabi Muhammad Rasullullah SAW. (HR Bukhari dan Muslim). "Innamal a'malu binniyat' yang artinya 'sesungguhnya segala perbuatan itu bergantung pada niatnya.'Begitujuga dengan sosok seorang jurnalis satu ini. Bg Donald, panggilan akrab lelaki paruh baya bernama lengkap Donald Kristian kepada Dedi suhardi dari MATATELINGA.COM dalam bincang-bincang seputaran 'Dewan Pers dan Belenggu Pelayan Berita' di Hotel Madani Medan. Memang tidak mudah, tapi juga tidak sulit. Awalnya Kristian ingin sekali menyatakan kalau kemerdekaan seseorang itu dalam mengeksplore suatu kejadian ataupun persoalan dalam sebuah karya tulisan."Awalnya saya terjun itu ingin melihat, bagaimana sisi jiwa seorang wartawan itu yang lebih mengepentingkan masyarakat umum dalam hal pemberian pemberitaan ataupun edukasi dengan mengesampingkan kepentingan pribadinya,"ujar Donald mengawali perbincangan pada Selasa (1/11/2022) lalu saat bersama mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).Itulah awal permula Donald masuk ke dunia jurnalistik dan merupakan suatu kebanggan kepadanya yang kini berkiprah dalam mengedukasi masyarakat di sebuah media harian kriminal.[br]Menurut lelaki murah senyum itu, bahwasannya wartawan merupakan suatu pemberita kepada masyarakat sehingga masyarakat mengetahui lebih luas dalam sesuatu kondisi, baik itu di lingkungannya maupun di tempat lain.Sembari mengangkat kedua tanganya, ketika ditanya terkait kendala apa saja yang terjadi di lapangan selama memberikan edukasi kepada masyarakat, dan bahkan menjurus ke pribadi dan keluarga ?Donald mengakui kalau kendala tersebsar ketika sang jurnalis hendak mengungkap suatu persoalan yang membutuhkan konfirmasi. Apalagi yang akan di eksplore menyetuh pribadi seseorang. "Nah inilah yang terkadang kita susah atau sulit dilapangan, kita bisa terbalut suatu ancaman dan intimidasi,"ujarnya sembari tersenyum.Namun sebagai jurnalis, memang harus bersikap profesional. Dan kalau persoalan sang narasumber tersebut dibalikan ke diri sang jurnalis. "Nah, bagimana juga kalau hal itu menyentuh kepada pribadi kita atau kepentingan keluarga atau orang terdekat dengan kita, memang disitu mempunyai suatu pertaruhan cukup besar,"tambah Donald.Sembari menyeruput kopi yang disediakan, Donald mengaku seorang jurnalis harus berdiri ditengah-tengah dan mengerti diposisi mana. Sebagai seorang penulis, harus memegang yang namanya Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).Bahwa seorang wartawan itu harus independent dan tidak boleh mengepentingkan kepentingan pribadi. Dan juga bahwa wartawan itu haruslah memberikan suatu pemberitaan yang berimbang dan akurat."Nah ini kadang-kadang bisa tersentuh kepada pribadi kita bahwa,sebenarnya kita harus bisa memahami bahwa inilah sebenarnya jurnalis itu,"ujar Donald.Ketika ditanya, sorang jurnalis dalam memberikan edukasi kemasyarakat masih terpreser dan kemerdekaan pers-nya masih terkungkung dan peran serta keberadaan Dewan Pers ?Cris menilai kalau peran Dewan Pers sebenarnya lebih kepada pertimbangan atau penyelesaian masalah sengketa yang menyangkut masalah pers atau karya jurnalis. Dewan Pers juga memiliki peran pada persoalan karya jurnalistik yang dilakukan oleh seorang wartawan atau pers.Nah, Dewan Pers sendiri akan menjadi orang pertama yang akan melakukan perimbangan atau menyelesaikan persoalan antara pihak terkait, baik itu terlapor ataupun pelapor.Sekarang ini, Dewan Pers tengah gencarnya dalam mengedukasi Pers. Berbagai upaya terus dilakukan. Salah satunya memperkuat potensi wartawan itu sendiri untuk mengerti, apa yang harus mereka perbuat. Kaedah-kaedah apa yang boleh mereka lakukan dalam hal pembuatan berita.Bicara kemerdekaan Pers dan Lembaga Pers, seperti PWI, IJTI dan AJI, kata Donald semuanya itu bagus. Kesemuanya itu bisa tempat naungan Pers. Apalagi saat ini kemerdekaan Pers sudah membaik dan dan selalu dikobarkan dibanding tahun-tahun sebelumnya.Kita mengetahui adanya pemberedelan. Adanya penculikan dan sebagainya, pengamatan Donal kejadian tersebut sudah hampir tidak terjadi lagi. "Nah, disinilah ditunjukan bahwa sebenarnya Pers itu yang kita ketahui memang Pilar ke empat dalam mengambil suatu keputusan di suatu negara. Dia dapat mempengaruhi. Di Indonesia sendiri hal itu sudah terjadi. Peran Pers itu mempunyai peranan penting dalam sisi apapun. Baik keamanan, politik dan ekonomi. Nah inilah yang dibangun kalau kemerdekaan pers itu sudah cukup luar biasa,"kata Donald.Menyoal menjamurnya media massa dalam hal ini online, Donald melihat ada sebuah demokrasi dan itu merupakan kebebasan seseorang untuk membentuk apa yang disebut sebuah lembaga. Dewan Pers sendiri sudah menertibkan hal tersebut."Makanya Lembaga Pers itu harus memenuhi yang namanya verifikasi faktual dari Dewan Pers, dan itu gunanya untuk lebih menertibkan kalau Pers itu sebenarnya betul-betul menjadi Lembaga yang kompeten. Para anggota-nya yang berkerja di lapangan juga sudah memiliki kompetensi menurut standart Dewan Pers dan sudah layak,"harap Donald sembari berucap syukur diadakannya UKW oleh PWI bersama SPS Sumut.