MATATELINGA, Balige :Saya (Ketua Asosiasi UMKM Sumut , Ujiana Sianturi)memandang dari sudut pandang UMKM, yang langsung dampak nya kepada masyarakat yang terimbas.
Memang kita tidak memungkiri dengan adanya F1H2O, kita sangat bersyukur, Danau Toba menjadi di kenal Dunia , tetapi jika membuat kerugian buat masyarakat khususnya pelaku UMKM , hal sangat tidak baik juga
Perhelatan F1H20 di Balige Membawa bencana kerugian bagi pelaku bisnis UMKM di Sumatera Utara, khususnya di Balige.
Harapan untuk bangkit dan memperoleh pendapatan yg baik atas perhelatan ini berujung kekecewaan yg mendalam.
Promosi besar besaran atas pelaksanaan event F1H20 yg digagas oleh pihak pemerintah dan selalu disuarakan para pejabat bahwa perhelatan ini menjadi rejeki besar bagi UMKM dan masyarakat Sumatera Utara, telah membangkitkan semangat para pelaku bisnis UMKM untuk berbenah dan mengeluarkan modal bisnis yang signifikan. Para pengusaha hotel juga melakukan berbagai persiapan untuk perapihan hotel milik mereka, untuk menyambut para tamu yg datang ke kota balige untuk menyaksikan event formula one power boat.
Namun kebijakan rekayasa lalu lintas dan adanya pengaturan jarak antara pelaku UMKM dan venue telah berakibat fatal. Akhirnya sentra UMKM hampir tidak bersentuhan dengan penonton yg datang dari berbagai kota.
Hal yang sama juga dialami para pemilik hotel, terutama hotel yang berada di daerah Lumban silintong dan sekitarnya. Dimana booking dari calon tamu dibatalkan, karena alasan jauhnya jarak dari terminal shuttle bus yang ditentukan oleh pihak penyelenggara dengan lokasi hotel mereka berada.
Dengan kenyataan pahit yg dialami para pelaku bisnis UMKM, maka pertanyaan besarnya:
Bagaimana kebijaksanaan dari pihak penyelenggara, dalam hal ini pemerintah pusat untuk mengganti kerugian yg dialami mereka??