MATATELINGA,Di saat Ramadan 1447 H, ribuan warga Aceh masih bersahur di bawah tenda. Data Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) mencatat 12.144 jiwa belum mendapatkan hunian layak. Bahkan, di Dusun Ranto Panyang Rubek, Aceh Timur, akses jalan berlumpur membuat alat berat tak kunjung masuk.
Di Meunasah Raya, Pidie Jaya, 500 jiwa masih bertahan di tenda darurat.
Banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatera bagian utara, akhir November 2025, memang meninggalkan luka yang belum pulih. Aceh menjadi provinsi terdampak paling hebat. Target pembangunan 15.956 unit hunian di Aceh baru terealisasi sebagian.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Cek Jalan Provinsi yang Rusak di Sibolga Mendagri Tito Karnavian, yang juga ketua Satgas PRR, telah beberapa kali turun langsung ke lokasi bencana. Ia mengumpulkan informasi dari para gubernur, para bupati, dan wali kota. Ia mendengarkan keluhan di tingkat tapak. Ia menggelar rapat koordinasi dengan kementerian terkait untuk berbagi tugas.