MATATELINGA - SUASANA siang itu di Mangrove Resto & Café, Jakarta, terasa hangat. Para sesepuh, pendiri, dan anggota Parsadaan Alumni Pelajar Padangsidimpuan dan Sekitarnya (PAPPSI) datang silih berganti dengan wajah ceria. Ada candaan yang akrab, saling sapa penuh hormat, dan di antara semuanya, ada satu harapan yang sama, PAPPSI memasuki babak baru.
Oleh :
Erman Tale Daulay (HoErman Tale st Bincang Tipis-Tipis)
PAPPSI adalah rumah besar bagi perantau asal Tabagsel—wilayah yang meliputi Tapanuli Selatan, Kota Padangsidimpuan, Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, dan Padang Lawas. Di Jabodetabek, organisasi ini mempersatukan mereka yang berprofesi beragam: dari TNI/Polri sampai jurnalis, dari akademisi hingga pelaku usaha, dari birokrat sampai para profesional muda. Semuanya disatukan oleh rindu kampung halaman dan keinginan memberi kontribusi bagi tanah kelahiran.
Baca Juga: PAPPSI Mantapkan Langkah: Hoiruddin Hasibuan Terpilih Aklamasi, Dorong Transformasi dan Percepatan Pembangunan Tabagsel Dalam forum konsolidasi yang berlangsung hangat itu,
PAPPSI akhirnya memutuskan satu langkah penting: mengangkat Prof. Dr. Brigjen Pol (Purn.)
Hoiruddin Hasibuan sebagai Ketua Umum.Keputusan aklamasi ini disambut tepuk tangan hangat—bukan hanya sebagai bentuk dukungan, tetapi juga sebagai harapan baru bagi perjalanan organisasi.
Dalam sambutan perdananya, Hoiruddin Hasibuan berdiri di mimbar dengan tenang. Ia memandang satu per satu yang hadir, seolah ingin memastikan bahwa amanah yang diterimanya adalah milik bersama.
"Pengangkatan ini adalah kehormatan besar bagi saya.
PAPPSI bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi wadah untuk memperkuat identitas dan memperluas pengabdian kita sebagai putra-putri Padangsidimpuan dan sekitarnya," tuturnya dengan suara mantap.
Ia tidak hadir sebagai sosok yang ingin mengendalikan organisasi seorang diri. Sejak awal ia menegaskan: memimpin PAPPSI berarti memikul tanggung jawab kolektif kolegial atau tugas yang hanya bisa berhasil jika dijalankan bersama-sama. Hoiruddin seakan-akan mendengar demo "No Kings" di Amerika Serikat. Itu artinya PAPPSI bukan organisasi feodal.
Baca Juga: Ketua Kopel Bulog Pusat Fatah Yasin : Kita Siap Bermitra Dengan Siapa Saja Untuk Melayani Masyarakat Dari podium, ia mengurai empat komitmen yang akan menjadi arah kepemimpinannya. Ia bertekad:- Memperkuat soliditas agar
PAPPSI menjadi rumah yang meneduhkan bagi seluruh anggotanya.- Menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat Tabagsel, bukan hanya lewat program, tetapi melalui aksi-aksi kolektif yang terukur.- Menyambungkan generasi, agar senior dan junior dapat saling menguatkan dalam pendidikan, sosial, ekonomi, dan pembangunan daerah.- Membangun organisasi yang modern, yang mampu mengikuti zaman tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai lokal.
Pidato itu tidak hanya mengandung gagasan, tetapi juga energi harapan. Banyak anggota mengangguk, merasa sejalan dengan arah baru yang ditawarkan. Di sela sambutannya, Hoiruddin kembali mengajak semua pihak untuk tidak pernah melepaskan semangat gotong royong.
"Keberhasilan itu lahir dari kebersamaan. Kalau kita saling menguatkan,
PAPPSI akan menjadi organisasi yang maju dan bermanfaat bagi banyak pihak."
Setelah rangkaian acara resmi berakhir, para peserta melanjutkan diskusi sambil menikmati santap siang. Suasana santai itu menjadi ruang pembuka bagi konsolidasi awal di bawah kepemimpinan baru. Senyum-senyum optimistis terlihat di banyak wajah; seolah hari itu menjadi tanda dimulainya perjalanan baru PAPPSI, lebih solid, modern, dan bermanfaat bagi Tabagsel. Dua tokoh sentral PAPPSI, Komjen Pol (Purn) Saud Usman Nasution dan Hoiruddin tampil duet membawakan lagu yang mampu menghibur para kaum kerabat.
Baca Juga: Dolly Putra Parlindungan Pasaribu : Mendiang Ayah Selalu Mengajarkan Kami Kemandirian dan Kesederhanaan Sejak Kecil