Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Pertamax Naik, Bagaimana dengan Masyakarat ?

Pertamax Naik, Bagaimana dengan Masyakarat ?

Admin - Selasa, 16 Juni 2026 12:06 WIB
Matatelinga/Istimewa
Stasion Pengisian Bahan Bakar Umum

MATATELINGA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Mulai 10 Juni 2026, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan sebesar Rp3.950 per liter atau sekitar 32,1 persen ini berlaku di berbagai wilayah Indonesia dan langsung menjadi perbincangan publik.

Oleh : Friska Anjani Purba(Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi. Universitas Medan Area)

Penyesuaian harga tersebut dilakukan sebagai bagian dari mekanisme pasar yang dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia dan kondisi ekonomi global. Namun, di balik alasan tersebut, muncul pertanyaan yang cukup penting: bagaimana dampaknya bagi masyarakat yang harus menghadapi kenaikan biaya hidup dari hari ke hari?

Baca Juga: Data ESDM 93% Subsidi BBM Dinikmati Kalangan Mampu, Saatnya Beralih ke Transportasi Publik

Bagi sebagian masyarakat, terutama pekerja, mahasiswa, pengemudi transportasi daring, hingga pelaku usaha kecil, kendaraan bermotor merupakan kebutuhan utama untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Karena itu, kenaikan harga Pertamax tidak hanya berdampak pada biaya transportasi, tetapi juga memengaruhi pengeluaran bulanan yang harus mereka keluarkan. Dalam kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, kenaikan harga BBM menjadi persoalan yang tidak bisa dianggap sepele.

Dampak kenaikan harga Pertamax tidak hanya dirasakan secara langsung oleh pengguna kendaraan pribadi. Secara tidak langsung, kenaikan biaya bahan bakar dapat memengaruhi biaya distribusi barang dan jasa. Ketika biaya operasional meningkat, sebagian pelaku usaha berpotensi melakukan penyesuaian harga produk atau layanan mereka. Akibatnya, masyarakat sebagai konsumen kembali menjadi pihak yang merasakan dampak dari kenaikan tersebut.

Memang benar bahwa Pertamax merupakan BBM non-subsidi yang harganya mengikuti mekanisme pasar. Faktor seperti harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah menjadi pertimbangan dalam penentuan harga. Namun, yang menjadi perhatian adalah kemampuan masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan berbagai kenaikan biaya hidup yang terjadi dalam waktu yang berdekatan. Ketika pendapatan tidak meningkat secara sebanding, setiap kenaikan harga kebutuhan penting akan terasa semakin berat.

Pemerintah dan pihak terkait perlu memastikan bahwa setiap kebijakan yang menyangkut kebutuhan publik disertai dengan komunikasi yang terbuka dan transparan. Masyarakat berhak mengetahui alasan di balik kenaikan harga BBM serta langkah-langkah yang dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi. Keterbukaan informasi menjadi penting agar tidak muncul kesalahpahaman maupun spekulasi di tengah masyarakat.

Baca Juga: LAPOR.. !!!!Becak Modifikasi Isi Pertalite dalam Jumlah Besar di SPBU Simangambat

Selain itu, kenaikan harga Pertamax juga seharusnya menjadi momentum untuk mempercepat pengembangan transportasi umum yang nyaman, aman, dan terjangkau. Dengan tersedianya alternatif transportasi yang baik, masyarakat tidak akan terlalu bergantung pada kendaraan pribadi sehingga dampak kenaikan harga BBM dapat diminimalkan.

Pada akhirnya, kenaikan harga Pertamax bukan hanya persoalan perubahan angka di papan SPBU. Di balik angka tersebut terdapat jutaan masyarakat yang harus menyesuaikan kembali pengelolaan keuangan mereka. Kebijakan ekonomi memang penting untuk menjaga stabilitas negara, tetapi kesejahteraan masyarakat juga harus tetap menjadi prioritas. Sebab, keberhasilan suatu kebijakan tidak hanya diukur dari keseimbangan pasar, melainkan juga dari kemampuannya menjaga kualitas hidup masyarakat yang terdampak secara langsung.:

Editor
: James Pardede

Tag:

Berita Terkait

Opini

Data ESDM 93% Subsidi BBM Dinikmati Kalangan Mampu, Saatnya Beralih ke Transportasi Publik

Opini

LAPOR.. !!!!Becak Modifikasi Isi Pertalite dalam Jumlah Besar di SPBU Simangambat

Opini

Solar Ilegal Ditimbun dalam Gudang Kayu si Desa Saba Purba

Opini

Menakar Ilusi Kesejahteraan di Balik Sinar Emas Jagung Tigabinanga

Opini

Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Pemprov Sumut Perkuat Sistem Pengelolaan Pengaduan Masyarakat

Opini

Pelayanan Kesehatan Masyarakat Sumut Naik Kelas,Umur Harapan Hidup Meningkat dan Angka Kematian Ibu Turun Signifikan