MATATELINGA - .Di lubuk hati saya yang paling dalam, selalu ada satu kerinduan mendasar: sebuah keinginan kuat untuk bisa sedekat mungkin dengan anak-anak kita, menyapa mereka, dan merangkul para siswa-siswi dalam setiap langkah pengabdian ini.
Oleh: Yos A. Tarigan, S.H., M.H., M.Ikom(Kajari Poso, mahasiswa Program Doktor Fskultas Hukum Universitas Sumatera Utara)
Baca Juga: 81 Tahun Menanti, Jalan Dusun Rejo dan Abadi Akhirnya Diaspal Namun, tantangan terbesar di daerah kita yang luas, berbukit, serta dipisahkan oleh bentang jarak adalah bagaimana agar impian untuk mengedukasi seluruh generasi muda ini bisa merata. Saya tidak ingin ada satu pun sekolah atau satu orang anak pun yang tertinggal di belakang hanya karena kendala geografis. Keterbatasan itulah yang memicu lahirnya kreativitas lewat pemanfaatan teknologi, sebuah langkah efisiensi nyata yang mampu melompati jarak dan menemui siswa-siswi kita semua sekaligus dalam satu waktu.
Urgensi langkah ini semakin nyata jika kita melihat potret kehidupan anak-anak hari ini yang tumbuh besar di ranah digital namun rapuh dari sisi proteksi diri. Kenyataan di lapangan menunjukkan pelanggaran hukum di kalangan usia produktif seperti perundungan siber, jeratan judi online pada anak, hingga penyebaran konten ilegal terus meningkat secara mengkhawatirkan setiap tahunnya.
Fakta pahit ini memperlihatkan adanya jurang pemisah yang lebar antara pesatnya adopsi teknologi gawai dan pemahaman etika hukum pada anak. Tanpa adanya langkah cepat untuk menanamkan kesadaran sejak dini, dampaknya sangat merugikan: generasi emas yang kita impikan bisa terjebak dalam lingkaran hukum akibat ketidaktahuan mereka sendiri. Edukasi moral tidak boleh hadir terlambat ketika kerusakan mental dan masa depan anak-anak kita sudah terlanjur terjadi.
Tepat pada momentum Hari Lahir Kejaksaan ke-81 pada hari Rabu, 2 September 2026, niat yang luhur dan tulus ini, karena memang menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya untuk melaksanakannya, akhirnya saya wujudkan.
Baca Juga: Kapolres Simalungun Ajak Perkuat Sinergi Polri-Kejaksaan di Hari Kejaksaan RI Melalui ruang virtual
Zoom Meeting dalam program edukasi massal, dalam hitungan jam kami berhasil menyatukan simpul komunikasi dengan 81 sekolah sekaligus lintas jenjang, mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas serta Sekolah Menengah Kejuruan. Mengumpulkan ribuan siswa secara serentak ini bukanlah sebuah ajang pamer, pencitraan, apalagi sekadar mengejar pemecahan rekor virtual.
Ini adalah wujud ketulusan untuk hadir sebagai sahabat yang hangat, sebuah rumah aman yang menjaga langkah anak-anak kita sebelum mereka tergelincir pada kesalahan. Kami ingin meruntuhkan stigma kaku yang selama ini melekat, lalu menggantinya dengan komitmen investasi jangka panjang bagi masa depan Generasi Z dan Generasi Alfa.
Ketika puluhan kotak video di layar monitor mulai menyala bergantian sebelum pukul 10.00 WITA, wajah-wajah antusias para pelajar langsung memenuhi pandangan, memancarkan energi luar biasa dari 81 penjuru. Ketegangan suasana segera saya cairkan lewat bait-bait pantun segar dan yel-yel penyemangat secara daring.
Lewat prinsip "Kenali Hukum, Jauhi Hukuman", saya mengajak mereka memahami bahwa aturan bukanlah momok yang mengekang, melainkan sabuk pengaman yang melindungi mimpi-mimpi mereka.
Baca Juga: Kajati Sulbar Budi Hartawan Panjaitan Pimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kejaksaan RI Mengingat keberagaman usia peserta, pendekatan yang kami gunakan sangat adaptif. Bagi anak-anak generasi Alfa di tingkat Sekolah Dasar yang masih lugu, nilai-nilai kejujuran dan larangan perundungan diperkenalkan lewat dongeng kehidupan sehari-hari yang jenaka.
Sementara bagi para remaja Generasi Z di tingkat SMP, SMA, serta SMK, dialog berkembang menjadi lebih kritis seputar bahaya narkoba, judi online yang merusak mental, serta batasan moral di dunia maya agar jempol mereka tidak terjerat kasus hukum.
Langkah masif yang lahir dari hati ini ternyata bersambut dengan hangatnya atensi dan apresiasi yang luar biasa dari pemerintah daerah serta otoritas pendidikan. Kehadiran para pimpinan daerah yang ikut memantau secara daring menjadi bukti nyata bahwa edukasi karakter adalah tanggung jawab bersama demi menyelamatkan masa depan bangsa.
Apresiasi terbuka yang mengalir, yang menyebut terobosan virtual ini sebagai capaian luar biasa dalam membangun karakter generasi muda secara merata, sungguh menjadi bukti bahwa apa yang kami lakukan telah sampai ke hati masyarakat.
Baca Juga: "Kenali Hukum Jauhi Hukuman", Rayakan Harlah ke-81, Kejari Poso Gelar JMS Serentak di 81 Sekolah Terlebih saat sesi diskusi dimulai, teknologi berhasil menghapus jarak ratusan kilometer; pertanyaan-pertanyaan kritis dari para siswa seputar dunia digital mampu kami jawab secara gamblang, logis, namun tetap menggunakan bahasa anak muda yang mudah dicerna. Kami ingin memberikan keteladanan langsung tentang bagaimana menggunakan gawai dan internet untuk hal-hal yang luar biasa positif.
Saat pertemuan virtual berakhir pada pukul 12.30 WITA, saya menyadari bahwa dampak paling berharga dari perjumpaan daring ini adalah getaran perubahan di dalam batin siswa-siswi kita. Dialog serentak ini telah menyalakan api dan semangat juang yang luar biasa di dada mereka, terutama bagi anak-anak di pelosok dan pinggiran daerah.
Pertemuan ini memberikan keyakinan psikologis yang sangat mahal harganya: bahwa suara mereka didengar, keberadaan mereka dianggap penting, dan ruang mereka untuk maju adalah setara.
Kami mengetuk kesadaran terdalam mereka untuk tidak menjadi generasi yang rapuh, melainkan berani bertarung mengejar mimpi dan keluar sebagai pemenang tanpa harus tersangkut masalah hukum. Ikhtiar digital ini adalah awal yang baik dan ke depannya akan terus kami tingkatkan. Apa yang lahir dari hati pasti akan sampai ke hati, dan saya meyakini, di tangan generasi emas yang memiliki kesadaran hukum tinggi serta semangat petarung inilah, masa depan bangsa kita akan jauh lebih bersinar dan cemerlang.
Baca Juga: Peringati Harlah ke-81, Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo Gelar Donor Darah, Setetes Darah Sejuta Harapan