Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
'Polisi Kita' Modernisasi Berantas Kejahatan dan Tingkat Kenyamanan

'Polisi Kita' Modernisasi Berantas Kejahatan dan Tingkat Kenyamanan

- Selasa, 04 Juli 2017 02:33 WIB
Penulis: Amrizal, SH, MINGGU, 5 Februari 2017. Berlokasi di Lapangan Merdeka, Medan. Hari itu bisa dikata merupakan langkah bersejarah bagi kepolisian. Terutama pengenaan program berbasis elektronik.  Ya, saat itu Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian meluncurkan aplikasi dengan konsep 'e-policing' atau istilah lain 'Polisi Kita' di jajaran Polda Sumatera Utara. Peluncuran program itu disaksikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asmam Abnur, Gubernur Sumut HT Erry Nuradi, Kasdam I Bukit Barisan Brigjen TNI Tiopan Aritonang, anggota Komisi III DPR RI Hasrul Azwar, dan sejumlah pejabat utama Mabes Polri. Kapolri menyampaikan apresiasi kepada Polda Sumut yang menyiapkan konsep e-policing untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan dari institusi kepolisian.Program e-policing tersebut sesuai dengan isi poin pertama konsep nawacita yakni diusung Presiden Joko Widodo agar instrumen negara selalu hadir dalam kehidupan masyarakat. Dengan adanya program tersebut, ada keinginan untuk memenuhi kebutuhan mendasar dari masyarakat yakni adanya upaya cepat dari kepolisian atas pengaduan dan informasi yang diberikan.Kata Kapolri, bahwa masyarakat tidak perlu repot-repot lagi ke kantor polisi, 2-3 jam menunggu, cukup menggunakan handpone, lalu pihaknya akan datang. Kapolri berharap adanya perubahan cara kerja di jajaran Polda Sumut sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan semakin meningkat. Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menjelaskan, program e-policing yang diberi nama 'Polisi Kita Sumatera Utara' itu juga dilaksanakan di 33 kabupatren/kota di Sumut. Pelayanan secara elektronik itu adalah penjabaran dari arahan Presiden Joko Widodo dan program prioritas Kapolri untuk memudahkan masyarakat dalam menjangkau pelayanan kepolisian. Program e-policing itu terintegrasi dengan seluruh Polres di Sumut dan dapat diakses masyarakat secara mudah dengan menggunakan telepon genggam jenis android. Sungguh satu program luar biasa dalam meningkatkan pelayanan, rasa aman dan moderniasi beraplikasi android di abad ini. Bahkan 'Polisi Kita' bisa meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat kepada aparat berseragam coklat yang sempat luntur. Nah, untuk menuju polisi profesional, modern dan terpercaya (Promoter), Kapolri memberikan penjabaran. Seperti halnya Profesional melingkupi meningkatkan kompetensi SDM Polri yang semakin berkualitas melalui peningkatan kapasitas pendidikan dan pelatihan, serta melakukan pola-pola pemolisian berdasarkan prosedur baku yang sudah dipahami, dilaksanakan, dan dapat diukur keberhasilannya.Modern dalam artian melakukan modernisasi dalam layanan publik yang didukung teknologi sehingga semakin mudah dan cepat diakses oleh masyarakat, termasuk pemenuhan kebutuhan Almatsus dan Alpakam yang makin modern. Sedang Terpercaya dengan cara melakukan reformasi internal menuju Polri yang bersih dan bebas dari KKN, guna terwujudnya penegakan hukum yang obyektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.Selain itu ada 11 program menuju Polri Promoter. Yakni; (1)  Pemantapan reformasi internal Polri. (2) Peningkatan pelayanan publik yang lebih mudah bagi masyarakat dan berbasis TI. (3) Penanganan kelompok radikal prokekerasan dan intoleransi yang lebih optimal. (4) Peningkatan profesionalisme Polri menuju keunggulan. (5) Peningkatan kesejahteraan anggota Polri.Kemudian, (6) Tata kelembagaan, pemenuhan proporsionalitas anggaran dan kebutuhan Min Sarpras. (7) Bangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap Kamtibmas. (8) Penguatan Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). (9) Penegakan hukum yang lebih profesional dan berkeadilan. (10) Penguatan pengawasan dan terakhir (11) Quick Wins Polri.Sebenarnya program Promoter telah dilaunching pada 2016 lalu. Yang tak kalah penting adalah membangun kembali mental aparat kepolisian. 'Kring Polisi'Program 'Polisi Kita' yang kini dikatakan bisa membantu masyarakat patut diapresiasi. Dengan kata lain, 'Polisi Kita' atau untuk memudahkannya penulis menyebut 'Kring Polisi' memberi warna alias peningkatan keamanan serta kenyamanan masyarakat. Yang jadi pertanyaan, akankah program ini berjalan? Satu sisi, ya, berjalan. Puaskah masyarakat? Nah, itu juga harus dipertanyakan. Namun sejauh ini hasilnya cukup positif. Cukup dengan menekan tombol aplikasi android, seketika polisi meluncur. Bahkan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, baru-baru petugas Polsek Medan Baru menggendong seorang nenek bermarga Lubis. Saat itu sang nenek tersasar di Plaza Medan Fair. Seketika petugas Polsek Medan Baru berbincang dengan nenek yang katanya tinggal di kawasan Tembung. Karena lelah, lalu polisi itu mengendong si nenek dan menaikkan ke dalam angkot. Kepada si supir angkot, sang polisi menitipkan si nenek dengan memberi alamat lengkapnya. Tak kalah menarik pendekatan polisi dengan masyarakat untuk meningkatkan rasa kepercayaan serta kepedulian, seperti halnya dilakukan Polsek Sunggal. Tepat dua hari Lebaran kemarin, petugas Polsek Sunggal bahu membahu bersama masyarakat memotong pohon tumbang yang melintang di Jalan TB Simatupang dekat Terminal Pinang Baris. Nah, di situ tampak bahwa sikap polisi perlahan mulai berubah. Tidak arogan dan lebih mendekatkan diri kepada masyarakat sesuai profesionalisme. Padahal, selaiknya pohon tumbang tersebut merupakan tugas Dinas Pertamanan Kota Medan. Terbaru adalah seorang ibu yang melahirkan di Tol Cipali. Dengan sigap sejumlah polisi membantu sang ibu hingga akhirnya melahirkan buah hatinya. Hendaknya tindakan positif-positif itu patut ditiru. Penulis meyakini andai itu dilakukan tingkat kepercayaan kepada aparat berseragam coklat ini makin bertambah. Di sisi lain, Polri memiliki keterbatasan sumber daya internal. Di luar persoalan dukungan anggaran dan sarana prasarana, ketersediaan jumlah personil Polri secara keseluruhan belumlah optimal. Rasio polisi dan masyarakat berdasarkan data 2014 ialah 1:575, padahal rasio ideal menurut PBB ialah 1:300. Karena itu, partisipasi masyarakat melalui sistem atau jaringan kemitraan antara polisi dan masyarakat merupakan strategi utama dalam menjaga Kamtibmas. Upaya membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap Kamtibmas memang merupakan salah satu program prioritas Kapolri terpilih. (***) Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba tulisan HUT POLRI KE-71

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Opini

Hari Ke-5 ASEAN U-19 Boys Championship 2026, Polda Sumut Kerahkan 905 Personel Gabungan untuk Pengamanan

Opini

Polri Buka Pintu Lebar untuk Penyandang Disabilitas: Rekrutmen Bintara 2026 Hadirkan Seleksi Inklusif, Berkeadilan, dan Setara

Opini

Gerebek Markas Narkoba, Petugas Diserang Batu dan Panah di Belawan

Opini

JPU Tuntut Bripda JGS Hukuman Penjara 1 tahun 2 Bulan Dengan Denda Rp 55 Jutaan

Opini

THM Phantom Ditutup Diduga Terbukti Sarang Narkoba

Opini

Tiga Residivis Digulung Polisi