Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
71 Tahun Polri : Polisi (Harus) Lebih Profesional

71 Tahun Polri : Polisi (Harus) Lebih Profesional

- Rabu, 05 Juli 2017 14:33 WIB
James
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho
Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus disikapi dengan positif dan memanfaatkannya sebagai titik awal melakukan pembenahan secara internal dan eksternal agar Polri sebagai salah satu institusi penegakan hukum di negeri ini sesuai dengan harapan masyarakat dan semakin professional ke depan.Oleh : James P. PardedeSalah satu tugas Polri sebagai pengayom masyarakat, Polri harus benar-benar professional dalam menjalankan tugasnya. Polri harus melakukan sejumlah kemitraan dengan masyarakat. Polri juga harus mengembalikan kepercayaan publik terutama dalam membangun dukungan dan komitmen berbagai pemangku kepentingan publik seperti pemimpin partai politik, tokoh masyarakat, ormas, dan LSM.Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, sesungguhnya Polri sudah memiliki standart baku yang mengacu pada profesionalitas seluruh personilnya. Persoalan yang kemudian muncul adalah ada beberapa anggota justru kadang kontraproduktif dengan tugas tersebut. Contoh sikap yang seolah bertolak belakang di antaranya berlaku sewenang-wenang dan menunjukkan sikap arogan. Di era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, dimana internet sudah mudah diakses, masyarakat sudah banyak yang menggunakan sosial media menjadi sangat mudah bagi seseorang dalam melaporkan arogansi aparat kepolisian. Tidak jamannya lagi saat ini bersikap arogan dan membodohi masyarakat. Polisi ke depan harus menampilkan kepribadian yang rendah hati, tidak 'mentang-mentang' dengan seragam yang dipakainya jadi semena-mena terhadap rakyat kecil.Kebiasaan-kebiasaan 'membodohi' masyarakat yang dilakukan oleh segelintir oknum aparat kepolisian di lapangan harus segera ditinggalkan, ke depan Polri akan menjadi institusi penegak hukum yang sesuai harapan seluruh elemen masyarakat.Momentum HUT ke-71 Polri yang diperingati setiap tanggal 1 Juli bisa dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi, pembenahan ke dalam (internal) dan pembenahan ke luar (eksternal). Evaluasi sangat penting dilakukan agar bisa mendapatkan masukan dari berbagai elemen mana yang harus segera dibenahi dan mana yang tidak perlu diterapkan dalam operasional di lapangan.Pembenahan InternalPembenahan ke dalam harus dilakukan secara simultan dan menyeluruh mulai dari pembenahan Sumber Daya Manusia (SDM) maupun kelembagaannya. Pembenahan ke dalam harus dilakukan secara berkesinambungan mulai dari proses rekrutmen atau penerimaan calon anggota Polri. Dalam seleksi yang dilakukan Polri harus transparan dan terbuka, hal ini dilakukan untuk mendapatkan putra-putri terbaik bangsa yang mau mengabdikan dirinya menjadi pelayan masyarakat.Pembenahan ke dalam juga perlu dilakukan terutama dalam menerapkan masalah kedisiplinan, kinerja, sikap dan perilaku. Anggota Polri yang terlibat dengan kejahatan, masalah narkoba dan jenis kejahatan lainnya, Polri pasti sudah punya aturan main untuk hal ini. Apalagi yang berurusan dengan masalah narkoba. Karena banyak juga kasus-kasus bandar narkoba dan pengguna narkoba yang mencuat ke permukaan melibatkan aparat kepolisian. Tidak hanya masalah kedisiplinan, lembaga penegak hukum ini juga harus konsisten dalam mengapresiasi kinerja setiap anggotanya. Ada reward dan punishment bagi anggota Polri yang berprestasi. Masyarakat juga akan memberikan penilaian tersendiri kepada aparat kepolisian yang memberikan pelayanan dan 'tanpa pamrih' dalam mengayomi masyarakat. Untuk masalah pemberian penghargaan ini, pasti Polri sudah punya aturan main yang jelas. Permasalahannya adalah Polri harus benar-benar dalam menetapkan kriteria seseorang itu layak mendapatkan pernghargaan.Pembenahan EksternalUntuk masalah pembenahan eksternal atau ke luar lembaga, Polri dalam prakteknya sudah banyak melakukan hubungan baik dan kerjasama dengan beberapa lembaga termasuk LSM dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan negara, memberikan rasa aman bagi masyarakatnya.Seperti yang dilakukan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian melakukan kuliah umum atau bersilaturahmi ke berbagai universitas di Indonesia. Hal ini juga didelegasikan ke daerah. Dalam hal ini, Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Medan Kombes Pol Sandi Nugroho, SH, SIK, MHum juga melakukan kunjungan ke beberapa universitas di Kota Medan.Dalam kunjungan ke berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, Polri membangun kepercayaan dan menunjukkan kepada semua elemen masyarakat bahwa tugas untuk menciptakan kemananan dan ketertiban masyarakat tidak hanya tugas Polri, tapi tugas semua warga negara. "Itu sebabnya, kami sangat mengharapkan kerjasama warga masyarakat yang menemukan sesuatu yang mencurigakan atau melihat langsung bahwa warga dilingkungannya terlibat narkoba agar segera melapor. Identitas pelapor pasti dirahasiakan," demikian disampaikan Sandi Nugroho saat bersilaturahim dengan mahasiswa Universitas Methodist Indonesia Medan beberapa waktu lalu.Silaturahim dengan mahasiswa dan civitas akademika, Polri juga berkesempatan untuk mensosialisasikan betapa pentingnya tertib lalu lintas. Angka kecelakaan lalu lintas yang masih tinggi perlu menjadi pelajaran bagi seluruh elemen masyarakat pengguna jalan agar tertib dan mematuhi aturan-aturan yang ada. Tidak hanya dengan kalangan kampus, Polri juga membangun hubungan baik dengan para ulama dan tokoh agama, organisasi kepemudaan, pimpinan partai politik, organisasi masyarakat serta elemen lainnya. Untuk apa membangun hubungan baik dengan dunia luar?Polri sebagai salah satu lembaga penegak hukum harus intens dalam melakukan sosialisasi terkait dengan upaya penegakan hukum. Itu yang menjadi hal penting mengapa Polri harus mengayomi dan merangkul masyarakat. Karena, di luar sana masih banyak masyarakat kita yang 'buta' dengan masalah hukum. Dengan adanya pertemuan dan silaturahim antara Polri dengan masyarakat, ini akan menjadi momentum yang sangat tepat dalam melakukan sosialisasi tentang penegakan hukum dan berbagai hal lainnya yang tujuannya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.Harapan kita ke depan, dengan momentum HUT ke-71 Polri menjadi lebih profesional dan sangat dekat dengan masyarakat. Polisi sebagai pengayom masyarakat memiliki tekad memberikan pengabdian terbaik (tekadku pengabdian terbaik) bisa diaplikasikan ke semua anggota Polri agar anggota yang selama ini masih semena-mena terhadap masyarakat segera berbalik arah menjadi anggota Polri yang dirindukan masyarakat. Dirgahayu Polri! * Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Karya Tulis Hari Bhayangkara yang ke-71.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Opini

Sabu 328 Gram Disembunyikan di Jok Motor, Pemasok 2 Sarang Narkoba di Medan Ditangkap

Opini

Resedivis Beraksi Kota Medan, "Pistol Polisi Bertindak"

Opini

Polrestabes Medan Ungkap Rumah Kos Jadi Gudang Pod Getar, 2 Warga Aceh Ditangkap

Opini

"Komeng dan Ipan" Pembobol Mesin ATM, Meringis Kesakitan

Opini

Judi Togel Merajalela di Patumbak, Kapolrestabes Medan : Segera Kita Cek

Opini

Cegah Kejahatan Jalanan dan Jaga Rasa Aman Masyarakat, Brimob Sumut dan Polrestabes Medan Perkuat Patroli Malam