MATATELINGA : Bukan suatu kebetulan, tapi ini adalah sebuah berkat yang tak terduga. Hari ini, tepatnya Sabtu (31 Maret 2018) adalah hari ulang tahun saya yang ke-46. Semalam, hari ini dan besok adalah peringatan Hari Kematian Yesus Kristus dan bangkit kembali dari antara orang mati di hari yang ketiga. Sebuah perenungan yang ingin saya sampaikan dalam tulisan singkat ini adalah, tentang bagaimana Yesus mengalahkan keegoisan-Nya dan mau menanggung dosa saya, dosa Anda dan dosa kita semua. Ia akhirnya menjalani hukuman dan disalibkan di kayu salin di Bukit Golgota.Bagaimana dengan kita? Lewat peringatan Jumat Agung dan Paskah tak ada salahnya kita sama-sama merenung tentang bagaimana egoisnya kita dalam menjalani hidup. Keegoisan yang kita miliki adalah salah satu sifat yang paling buruk dan menjadi pangkal masalah. Keegoisan telah membuat kita lebih mudah melihat kesalahan orang lain ketimbang melihat kesalahan diri sendiri. Bak kata pepatah, semut di seberang lautan kelihatan tapi gajah dipelupuk mata tak kelihatan. Keegoisan kita sangat mudah mematahkan pendapat orang lain, keegoisan juga membuat kita memandang orang lain rendah dan tidak ada apa-apanya. Karena keegoisan kita yang terlalu besar, seakan-akan kita menandingi Sang Pencipta yang telah menciptakan kita ada di dunia ini.Rasa ego seringkali membuat kita menjadi tidak percaya dengan kejujuran orang lain, yang ada dipikiran kita adalah semua ucapan orang itu adalah kebohongan. Sementara kita sendiri seringkali membohongi diri sendiri. Belajarlah untuk jujur pada diri sendiri dan gunakan cermin yang ada di rumah untuk melihat keberadaan diri kita apakah kita sangat egois atau sebaliknya.Momen perayaan Paskah ini saya mengajak kita semua, terutama yang merayakannya agar mencoba untuk melepaskan keegoisan yang ada di dalam diri kita masing-masing. Belajar untuk menerima orang lain apa adanya dan menghargai pendapatnya dengan hati yang tulus. Keegoisan yang terlalu kita pertahankan di dalam diri kita suatu waktu akan memberontak karena telah melukai banyak orang. Mari melepaskan rasa ego dan mulai dengan ketulusan dalam menerima orang lain dan menghargai sesama tanpa membeda-bedakan. Yesus Kristus rela berkorban dan melepaskan keegoisan-Nya demi untuk menyelamatkan manusia. Bagaimana dengan kita? Selamat Paskah.