Kebijakan Pemerintah Kota Medan menertibkan pedagang kaki lima di beberapa kawasan di Kota Medan perlu mendapat perhatian dan dukungan dari semua kalangan. Kenapa perlu dukungan? Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika sebuah kawasan sudah mulai berkembang dan menimbulkan multi efek kepada masyarakat dan pengguna jalan. Pemko Medan pun perlu mengambil tindakan. Seperti disampaikan salah seorang petugas di lapangan, pedagang kaki lima ini kalau ditertibkan salah, nggak ditertibkan juga salah.[adx]Pertanyaan yang muncul adalah, seharusnya Pemko Medan melakukan pengawasan terhadap beberapa kawasan di Kota Medan yang diprediksi akan mengalami peningkatan. Seperti yang dilakukan Pemko Medan terhadap pedagang kaki lima di Jalan H Misbah depan Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Kawasan ini sesungguhnya sudah berkali-kali ditertibkan, tapi tetap saja ada yang muncul dan akhirnya makin ramai.Sama halnya dengan beberapa ruas jalan lainnya di Kota Medan. Seperti Jalan Dr Mansyur yang ramai dengan pedagang paket isi ulang internet dan kuliner. Kawasan ini sudah ratusan kali ditertibkan tapi tetap saja Pemko Medan kewalahan untuk menertibkan pedagang di sana. Kawasan Jalan STM juga ikut mendapat imbas dengan ditertibkannya pedagang kaki lima dikawasan tersebut.[adx]Kawasan Jalan Gatot Subroto depan Plaza Medan Fair juga sudah berkali-kali ditertibkan, tapi tetap saja bermunculan pedagang kaki lima. Jalan Listrik depan Rumah Sakit Colombia Asia juga susah sangat sumpek dan membuat kawasan itu jadi kumuh dan tidak teratur. Keluhan yang muncul sesungguhnya tidak hanya kesan kumuh, tapi menimbulkan kemacetan lalu litas terutama saat ada acara di gedung Selecta. Masalah parkir mobil akan menjadi biang kemacetan di kawasan ini.Warung kopi dan tempat makan di Jalan Kartini samping kantor Gubernur Sumatera Utara juga perlu mendapat pertimbangan dari Pemko Medan, apakah ditertibkan atau ditata dengan sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan dampak kemacetan atau kesan kumuh.[adx]Mengamati permasalahan pedagang kaki lima di Kota Medan, ada banyak hal sesungguhnya yang harus dipertimbangkan. Kalau dari sisi kemanusiaan, kita berharap Pemko memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan penghasilan dari usaha kecilnya. Akan tetapi, ketika kawasan itu sudah mulai ramai dan menumbulkan dampak bawaan seperti macet, kumuh dan mengganggu ketertiban umum, maka Pemko Medan perlu bertindak untuk menertibkannya.Pedagang kaki lima di Kota Medan perlu mendapat perhatian agar mereka dibina dan diberi ruang untuk tempat berjualan. Permasalahannya saat ini adalah, Kota Medan sudah semakin sempit, ruas jalan tidak bertambah tapi kendaraan terus bertambah. Kawasan yang sudah sangat ramai dilintasi kendaraan sebaiknya dibuat aturan agar tidak ada pedagang kaki lima yang muncul. Antisipasi kemunculan pedagang perlu mendapat perhatian dari semua kalangan.[adx]Masalah pedagang kaki lima dan penertiban pedagang kaki lima di Kota Medan harus mendapat perhatian dari semua kalangan. Siapa pun pasti sangat setuju kalau sebuah kawasan tertib, lancar dan bersih. Sekarang saatnya kita berbenah untuk melakukan evaluasi terhadap beberapa kawasan di Kota Medan yang mulai dipenuhi pedagang kaki lima. Pemko Medan ke depan perlu memikirkan ruang dan tempat yang pas untuk para pedagang dalam mencari uang lewat usaha dagangannya.