MATATELINGA, Tj.Balai :Kepemimpinan baru di Kota Tanjungbalai, yang diemban oleh Wali KotaMahyaruddin Salimdan Wakil Wali KotaMuhammad Fadly Abdina, telah menunjukkan akselerasi yang signifikan sejak dilantik pada 20 Februari 2025.Dalam 100 hari pertama masa jabatan, pasangan MADINA langsung tancap gas, meluncurkan kebijakan-kebijakan fundamental yang menjadi fondasi awal terwujudnya VisiTanjungbalai EMAS(Elok, Maju, Agamais, dan Sejahtera).
Meskipun Pemerintah Pusat tengah mengencangkan ikat pinggang melalui efisiensi anggaran, tidak menjadikan keterbatasan itu sebagai alasan untuk tidak bergerak. Janji Visi Misi MADINA kepada masyarakat harus tetap berjalan demi perubahan Kota Tanjungbalai. Mahyaruddin Salim memulai hal itu dengan penataan kota dan besinergi dengan program nasional.
Baca Juga: Perkembangan Harga Jual Emas Galeri24 dan emas UBS Hari Ini [br
Salah satu capaian yang paling terlihat di masa awal kepemimpinan MADINA adalahpenataan kotayang bertujuan mengubah kesan semrawut menjadi rapi dan tertata. Langkah konkret dilakukan dengan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggunakan fasilitas umum, seperti bahu jalan dan trotoar.
Pendekatan yang digunakan adalahpersuasif dan humanis. Wali Kota dan Wakil Wali Kota turun langsung menyambangi PKL, mengimbau agar tidak berjualan di fasilitas umum. Kebijakan ini segera ditindaklanjuti oleh OPD terkait, seperti Satpol PP dan Dinas Perdagangan, di jalan-jalan utama kota. Hasilnya, sebagian wajah kota kini tampak lebih rapi, bersih, dan elok.
Dibawah Kepemimpinan Wali KotaMahyaruddin Salimdan Wakil Wali KotaMuhammad Fadly Abdina, Masalah kronis banjir yang dipicu oleh banjir kiriman, pasang rob, dan curah hujan ekstrem—yang selama ini dianggap sebagai takdir—kini mendapat terobosan strategis.Terobosan ini diwujudkan melalui Gerakan Pembersihan Masif dan Terpadu yakni
Pengorekan Drainase,Walikota melakukan pengerahan seluruh sumber daya untuk Pengorekan Saluran Drainase Secara Menyeluruh. Aksi ini difokuskan pada pengorekan total seluruh saluran drainase yang mengalami pendangkalan parah akibat penumpukan sedimen pasir dan sampah rumah tangga. Untuk menjamin keberlanjutan dan maksimalisasi upaya ini, Wali Kota telah membentuk tim terpadu gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bekerja tanpa henti di lapangan—sebuah langkah masif yang belum pernah dilakukan secara maksimal sebelumnya.
Kemudian Gotong Royong Kolaborasi Multi-Pihak: Tidak sebatas pengorekan drainase walikota TanjungbalaiMenggerakkan gotong royong massal yang melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Kepala Lingkungan, hingga kolaborasi solid denganTNI (AD/AL) dan Polri. Aksi ini difokuskan pada pembersihan alur sungai, kanal, dan drainase, terutama di wilayah "langganan" banjir seperti Kecamatan Datuk Bandar dan Datuk Bandar Timur.
Berkat ketegasan kepemimpinan dan kerja keras tim di lapangan—bahkan dengan inisiatif penggunaan dana pribadi Wali Kota untuk pembersihan drainase inti kota—hasilnya mulai terlihat nyata. Genangan air akibat curah hujan tinggi dan pasang rob kinitidak lagi bertahan lama di badan jalan, secara efektif mengatasi keraguan masyarakat terhadap masalah kronis yang selama ini sulit dipecahkan.
Tidak sampai disitu, dalam upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Pemko Tanjungbalai mengambil langkah nyata dengan gencar melaksanakanGerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Murahsecara berkelanjutan di seluruh Kecamatan. Aksi konkret menekan inflasi ini diperkuat dengan penyaluran bantuan beras dan minyak goreng kepada lebih dari16 ribu wargapenerima manfaat, membuktikan keberpihakan Pemko terhadap kesejahteraan ekonomi rakyat.
Sementara itu, Dalam komitmen menjagaKamtibmas dan citra Kota ReligiusTanjungbalai, Pemko mengambil sikap tegas terhadap Tempat Hiburan Malam (THM). Seluruh pengusaha diwajibkan mematuhi perizinan, jam operasional, serta tidak terlibat dalam kegiatan yang melanggar norma agama dan hukum. Wali Kota bahkan menegaskan bahwapelanggaran berat dapat berujung pada pencabutan izin, sebagai upaya menegakkan integritas dan ketertiban umum.
Selain fokus pada penataan kota, penanganan bebencana serta menjaga stabilitas dan ketertiban umum.Wali Kota Mahyaruddin Salim dan Wakil Walikota, Fadly Abdina juga memprioritaskan reformasi tata kelola pemerintahan. Di sektor birokrasi, mereka fokus pada penataan yang terbuka, akuntabel, dan transparan sebagai fondasi untuk mewujudkangood governancedanclean governance.Strategi yang diterapkan meliputi;penerapan Katalog INAPROC versi 6
Upaya ini untuk menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel diwujudkan melalui percepatan pengadaan barang/jasa. Hal itu dilakukan dengan mengoptimalkan pemanfaatan Katalog INAPROC versi 6, m
emastikan proses pengadaan menjadi lebih efisien dan terbuka bagi publik.
Kemudian dalam Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ASN .Wali Kota secara serius berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan fokus pada peningkatan SDM ASN. Langkah-langkah yang diambil meliputi: Mendorong evaluasi kinerja yang objektif dan Memperkuat pembinaan disiplin ASN. Tujuan dari strategi ini adalah menciptakan budaya kerja yang inovatif, profesional, dan berorientasi pada integritas di lingkungan pemerintahan.
Tidak hanya fokus pada masalah internal kota, Pemko Tanjungbalai di bawah kepemimpinan MADINA juga aktifmenyelaraskan program daerah dengan Astacita Presiden-Wakil Presiden RI. Sebagai perwujudan komitmen di sektorKetahanan Pangan, Pemko telah menyiapkan dan menyediakan lahan pangan seluas15 Hektar (Ha)di Kelurahan Sei Raja untuk ditanami holtikultura, yang bertujuan ganda: meningkatkan produksi pangan lokal sekaligus menekan ketergantungan pada pasokan luar daerah.
Selanjutnya selaras dengan program prioritas nasional, Pemko Tanjungbalai berkomitmen penuh menyukseskanProgram Makan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen ini diwujudkan dengan dukungan penuh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani total46.963 siswadan100 santri. Program ini tidak hanya menjamin asupan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan dampak positif berganda, yaitu denganmembuka lapangan pekerjaan barubagi masyarakat lokal.
Di sektorPerumahan Rakyat, Pemko Tanjungbalai mengambil langkah nyata untuk pengentasan kemiskinan ekstrem melalui Program BantuanRumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada tahun 2025, sebanyak50 unitbantuan perbaikan RTLH disalurkan di tiga Kecamatan. Lebih lanjut, Pemko juga aktif berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan Rakyat dalam persiapan pelaksanaan program3 Juta Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)di Tanjungbalai.
Didukung oleh optimisme dan spirit kerja keras yang tak kenal lelah, Wali Kota Mahyaruddin Salim dan Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina menegaskan bahwa capaian 100 hari kerja hanyalah awal. Mereka memastikan seluruh komitmen program lima tahun yang tertuang dalam RPJMD 2025-2030 akan dilaksanakan secara nyata dan berkelanjutan. Pasangan MADINA bertekad kuat mengubah Tanjungbalai menjadi kota yangElok, Maju, Agamais, dan Sejahtera; sebuah warisan pembangunan yang akan dibanggakan oleh generasi mendatang.(Riki)