Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Amirullah: Meski Covid-19, Budidaya Tiram Jangan Terhenti

Amirullah: Meski Covid-19, Budidaya Tiram Jangan Terhenti

Admin - Rabu, 30 September 2020 08:00 WIB
Hand Over
MATATELINGA,  Banda Aceh: Budidaya tiram atau kerang hijau secara modern akibat memiliki prospek yang cerah bagi warga kota yang tinggal di kawasan pesisir walau di tengah pandemi COVID-19, terus dikembangkan. Hal tersebut dikatakan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman.  

Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh telah menetapkan beberapa gampong (desa) menjadi lokasi budidaya tiram modern di wilayah pesisir, termasuk di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala.

"Apalagi saat ini kita menghadapi masa covid, ekonomi sangat sulit, budidaya tiram Alue Naga mulai dinikmati warga". Alhamdulillah, kita melihat panen hasil semakin meningkat. Tentu kita sangat bersyukur, sangat banyak manfaatnya bagi warga, sebutnya, Selasa (29/9/2020).

Wali kota mengatakan, ketika pihaknya tiba di Gampong Alue Naga kemarin dengan sembari menyapa warga sekitar, dirinya turun langsung turun ke pinggir muara sungai dengan menaiki perahu. 

Ia pun memantau langsung hasil panen tiram dari wadah yang dirangkai dari pipa, dan bambu yang digantungi ban mobil bekas dengan luas sekitar 10 meter persegi sebanyak 9 petak keramba.

"Pada masa percontohan tahun lalu, di sini ada 3 kelompok dengan 15 orang masing-masing anggota kelompoknya. Tiap kelompok ada satu keramba kita buat, dan sekarang sudah ada 9 kelompok atau sekitar 135 orang telah kita berdayakan dengan baik," akunya.

Seperti diketahui, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman bersama Wakilnya Zainal Arifin pernah mengunjungi lokasi tersebut pada 19 Maret 2019. Ketika itu, panen perdana dengan cara budidaya modern dari para penongkah tiram dengan hasil 10 kali lipat dibandin dari hasil biasanya menggunakan cara tradisional dengan menyelam.

Wali kota mengungkapkan, modernisasi dalam menongkah tiram di Gampong Alue Naga tersebut diadopsi oleh Pemko Banda Aceh dari Kota Higashimatsushima di Jepang.

"Berawal ketika sebelum saya menjabat sebagai wali kota Banda Aceh, saya selalu melihat hal ini saat melintas di daerah Alue Naga. Salah seorang warga bertanya kepada saya, apa solusinya agar mereka tidak seperti ini lagi?. Karena ini sudah ratusan tahun katanya," ucapnya sambil mengenang. 

Ia menyebut, berawal dari keluhan penongkah tiram tersebut, maka pemko setempat melakukan studi banding ke "Negeri Matahari Terbit" guna mengadopsi budidaya tiram modern. 

"Hasilnya sangat memuaskan. Hari ini, kita lihat sendiri di keramba-keramba ini sudah menuai hasil yang cukup banyak," tutur Wali Kota Aminullah. 

Salbiah (59), warga Alue Naga mengaku, dirinya telah menjadi petani tiram sejak masih kecil. Ia pun sangat terbantu dengan adanya program tersebut. 

Ia mengatakan, dari segi hasil budidaya tiram yang dilakukan pihaknya dahulu hanya berukuran kecil, tapi kini sudah lebih besar dengan hasil panen 10 kali lipat lebih banyak.

"Kami pak wali sangat terbantu sekali, sangat bermanfaat kepada kami warga Alue Naga yang sebelumnya belum ada apa-apanya. Selain hasilnya bisa kami jual, kami juga makan dari hasil ini sendiri. Kami sangat berterimakasih atas bantuannya pak wali," sebutnya, dikutip dari laman Antara. 

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Aceh

Rico Waas Dorong Fiskal Kuat dan Kolaborasi Antar Kota

Aceh

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Aceh

Pemprov Sumut Genjot Pembangunan Infrastruktur Terpadu Lewat Program INSTANSI

Aceh

Polwan Polda Sumut Laksanakan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Sumut, Dengan Humanis

Aceh

Bakamla RI Siap Dorong Ekonomi Maritim Indonesia

Aceh

Chelsea Menang atas Wolves Dalam Liga Inggris