Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Rumah terbakar, Lebaran di Tenda dengan Suara Nyamuk Berbunyi

Rumah terbakar, Lebaran di Tenda dengan Suara Nyamuk Berbunyi

Admin - Jumat, 14 Mei 2021 17:16 WIB
Hand Over
MATATELINGA,Tamiang- Para kepala keluarga Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Aceh Tamiang, yang menjadi korban kebakaran, terpaksa berlebaran di tenda darurat di saat orang lain bersuka cita merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Kami lebaran tenda. Tadi malam sudah tidur di sini, tapi banyak kali nyamuk, Pak, enggak bisa tidur kami," sebut Sarah, korban kebakaran di Aceh Tamiang, Jumat (14/5/2021), dari Sepuluh kepala keluarga (KK), yang menghuni tenda.

Ke-10 kepala keluarga tersebut merupakan korban kebakaran yang terjadi, Rabu (12/5) sekira pukul 11.00 WIB. Kebakaran tersebut menyebabkan tujuh rumah rata dengan tanah, delapan rumah lainnya rusak parah.

Baca Juga:

"Seandainya tidak terjadi musibah kebakaran mereka sudah bersiap berlebaran mengunjungi sanak saudara. Rencana mau ke rumah kakak yang ada di Seruway. Tapi, karena rumah kami terbakar dia yang berkunjung kemari," ucapnya.

Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Aceh Tamiang Azmi Arifin bersama sejumlah perangkatnya menyempatkan diri lebaran di tenda pengungsian korban kebakaran.

[br]Azmi Arifin menyebutkan warga yang mengungsi di tenda darurat sebanyak sebanyak 30 jiwa dari 10 KK. Adapun kepala keluarga korban kebakaran yang mengungsi tersebut yakni Nur (73), Herman (55), Edi (58), Nasir (54), Madan (20), Otung (26), Hamdani (26), Maniyem (45) dan Adi (50).

“Rumah yang terbakar ada sembilan unit, tujuh rata dengan tanah dan dua rumah masih berdiri tapi isi dalamnya habis terbakar. Jadi yang mengungsi di tenda ada 10 KK, namun sebagian memilih menumpang di rumah keluarganya,” ujar Azmi Arifin.

Sementara rumah yang terjilat api hingga mengalami kerusakan ada enam unit yakni milik Syam (60), Tuti Musliani (50), Roni (35), Muschandra (50), Jum atau M Dina (50). Seluruh rumah yang terbakar berkonstruksi kayu.

[br]“Kebakaran akibat arus pendek listrik. Dari sembilan rumah yang terbakar dua diantaranya tidak ada orang sedang ditinggal keluar pemiliknya,” terangnya.

Usai kejadian, ungkap Azmi Arifin, bantuan terus mengalir dari berbagai pihak, di antaranya dari Bupati dan Wakil Bupati, Anggota DPRK Fadlon dan Rahmad Syafriyal serta anggota DPR Aceh Nora Idah Nita.

“Dari Dinas Sosial bantuan sandang pangan juga ada. Jumlah tenda ada tiga unit bantuan dari BPBD dua dan milik kampung satu. Saat ini yang dibutuhkan pengungsi pakaian anak-anak dan dewasa,” ujar dia.

Azmi Arifin juga meminta kepada kepala dusun setempat untuk segera mengurus administrasi korban kebakaran seperti kartu keluarga, akta kelahiran dan adminduk lainnya yang ludes terbakar untuk kepentingan anak masuk sekolah.

Kepala Dusun Al Ikhsan, Kampung Kota Lintang, Dedi Syahputra menambahkan, untuk persediaan logistik pangan cukup memadai. Bahkan personel Brimob Aramia datang ke Kota Lintang menawarkan kebutuhan tenda sekaligus tempat tidur lapangan.

“Soal fasilitas darurat sudah lengkap, tenda tiga, dapur umum, air bersih dan dilengkapi toilet potable. Dari 10 kepala keluarga yang menjadi korban kebakaran terdapat empat balita, mereka dibutuhkan selimut,” kata Dedi Syahputra.

Editor
:
Sumber
: Ant

Tag:

Berita Terkait

Aceh

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Aceh

Ketua MPW PP Sumut Musa Rajekshah Qurban Sapi Tempat Korban Pascabencana Banjir

Aceh

Cahaya Obor Penyintas Banjir Tetap Menyala Sambut Ramadhan di Sekumur

Aceh

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Aceh

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Aceh

Warga Tapaktuan Keluhkan Pasokan Air PDAM Hanya Mengalir Malam Hari