MATATELINGA, Aceh Timur: Sepintar pintar petugas melakukanpenjgaaan ketat terhadap napi, akan kecolongan juga. Buktinya, penyelundupandi Lapas Idi, Aceh Timur, sepucuk senjata api(senpi) rakitan jenis pistol serta delapan peluru masuk ke penjara.
Dikabarkan, penemuan senjata itu berawal dari informasiintelijen diperoleh Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman, terkaitadanya dugaan penyelundupan pistol ke penjara. Meurah memerintahkan PelaksanaTugas Kalapas Idi untuk menggeledah blok hunian.Penggeledahan dilakukan pada Senin (15/8/2022)yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB. Petugas merazia blok hunian sebagaiantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban.
Benar saja, dalam penggeledahan itu petugasmenemukan sepucuk pistol serta delapan peluru. Senjata itu disebut ditemukandalam kondisi dibungkus dengan kain sarung dan disimpan di pot bunga di sekitarkamar nomor 13 dan kamar 14.
"Senpi dan peluru ditemukan petugas SatopsPatnal Lapas Idi sekitar pukul 14.30 WIB," kata Meurah kepada wartawan,Rabu (17/8/2022).[br]Dalam pemeriksaan diketahui, senjata itu diduga diselundupkan istrisalah seorang napi. Ada tiga narapidana yang diduga terlibat dalampenyelundupan pistol itu yakni Ham tersandung kasus narkoba dan divonis seumurhidup, ZB napi kasus narkotika yang divonis 12 tahun penjara. Seorang lagi MNH,napi korupsi yang dihukum 5 tahun bui.Sebut Meurah, penyebab pistol itu lolos daripengawasan petugas. Menurutnya, istri napi tersebut berkunjung ke lapas padaSabtu (13/8/2022) sore."Pada saat tersebut petugas pemeriksaanperempuan sudah pulang kantor, sehingga petugas laki-laki tidak beranimenggeledah body tamu perempuan secara langsung dan ini resisten sekali," ungkapnya.Senjata yang ditemukan itu telah diserahkan kePolres Aceh Timur. Meurah menduga, pistol tersebut dipakai untuk mengganggukeamanan dan ketertiban lapas serta melarikan diri."Informasinya senjata api itu akan digunakanuntuk pelarian narapidana dan gangguan keamanan dan ketertiban lapaslainnya," kata Meurah lagi.Meurah menyerahkan pengembangan kasus itu kePolres Aceh Timur. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kapolres.