MATATELINGA, Sigli : Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pidie, Aceh melakukan rapat koordinasi pendataan awal registrasi sosial ekonomi (Regsosek) dan pencanangan desa cinta statistik (Desa Cantik) di Kabupaten Pidie tahun 2022. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Safira Blang Paseh Kecamatan Kota Sigli, Senin (26/09/2022).Asisten ll Setdakab Pidie Ir H Tarmizi dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya dalam mewujudkan amanat Undang-Undang Statistik Nomor 16 Tahun 1997 Tentang Statistik, serta dalam rangka mewujudkan ketersediaan data penduduk Indonesia menuju satu data kependudukan Indonesia.Ia berharap dengan kegiatan ini dapat memahami lebih dekat mengenai arti penting data, sehingga dengan kesadaran dan tanggungjawab penuh secara aktif mensukseskan agenda pemerintah.
Baca Juga:Edy Rahmayadi Tekankan Pentingnya Sinergi Tiap Instansi Majukan Transportasi SumutTarmizi menjelaskan, pemerintah telah menerbitkan Perpres Nomor 39 Tahun 2019 Tentang satu data Indonesia, yang didasari oleh dorongan atas kebutuhan terhadap data yang valid dan akuntabel, termasuk dalam pembangunan yang membutuhkan data-data akurat agar hasil pembangunan tepat sasaran."Gampong (Desa) memegang peranan penting sebagai subjek pembangunan yang juga menjadi basis sumber daya manusia dan sumber daya alam yang perlu diberdayakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.Ia menambahkan, gampong yang selama ini hanya menjadi obyek pendataan, sering dimintai data namun tidak pernah mendapatkan output hasil data, saat ini sudah seharusnya mampu mengubah keadaan tersebut dengan memposisikan diri sebagai produsen data, sekaligus sebagai pemanfaat data dalam membangun gampongnya sendiri.[br]Sebelumnya, Kepala BPS Kabupaten Pidie Dara Dian SE mengatakan berdasarkan hasil pendataan potensi gampong, maka terpilihlah Gampong Pukat Kecamatan Pidie, Gampong Dayah Tidiek Kecamatan Mutiara dan Gampong Seuk Ceukok Kecamatan Simpang Tiga di Kabupaten Pidie sebagai desa cinta statistik atau Desa Cantik tahun 2022."Tahun depan, kita rencanakan setiap kecamatan memiliki minimal satu desa cantik yang kita bina bersama dengan pemerintah daerah, sehingga pada akhirnya semua akan menjadi desa cinta statistik," ujar Dara Dian.Dia menyampaikan, di akhir tahun 2022 ini, BPS mendapat tugas besar yang membutuhkan koordinasi dan kolaborasi dari berbagai pihak dalam rangka pendataan registrasi sosial ekonomi masyarakat atau disebut Regsosek agar dapat berjalan dengan baik. (Isa)