MATATELINGA, Sigli: Berkedok dukun pengobatan alternatif, pria berjubah bak Pesulap Hijau berinisial BY (48) warga Padang Tiji, Kabupaten Pidie diduga telah mencabuli puluhan ibu-ibu yang menjadi pasiennya.Staf Operasional Lembaga Badan Hukum (LBH) Banda Aceh Farah mengatakan, sedikitnya ada lima orang melapor ke pihaknya telah menjadi korban pesulap hijau, yang rata-rata suami korban sedang tidak di tempat atau bekerja di luar daerah, seperti di Banda Aceh.“Mereka itu seperti dihipnotis oleh pelaku, ketika mereka ke situ, korban dikasih air sehingga nurut ke semua perkataan pelaku, bahkan ada yang jadi korban itu satu keluarga, anak, ibu dan kakak sepupu,” ujar Farah, Kamis (6/10/2022).Menurutnya, diperkirakan ada puluhan ibu-ibu muda yang berusia antara 25-30 tahun telah menjadi korban cabul pesulap hijau yang juga mengaku sebagai utusan tuhan.Berdasarkan laporan korban, praktek pengobatan pesulap hijau tersebut sudah berlangsung selama 5 tahun, dan sebelum menjalani pengobatan, pelaku terlabih dahulu mengganti baju dan mengenakan jubah bersorban berwarna hijau.[br]Awalnya korban hanya diberikan air putih saat menjalani pengobatan, tetapi pada pengobatan ketiga dan keempat kata Farah, sang dukun menelpon korban lalu berkata bahwa korban adalah pilihan Waliyullah (utusan tuhan) dan harus segera menikah dengannya (pelaku)."Syaratnya harus berhubungan badan, biasanya pelaku selalu mengawali pengobatan dengan meraba bagian lutut para korbannya. Bahkan ada korban yang telah mengalami pemerkosaan sejak tahun 2021," terang Farah.Korban sempat menolak ajakan dari pesulap hijau, tetapi secara tiba-tiba pelaku menemui korban lalu memegang kepala korbannya dan akhirnya korban pun ikut terperangkap dalam bujuk rayu pelaku."Pesulap hijau mengancam pasiennya, jika korban tidak mau berhubungan badan, akan ditambah penyakitnya menjadi dua kali lipat dan keluarga korban akan dibunuh secara gaib. Sebenarnya korban tidak berani melaporkan apalagi korban punya suami," ujarnya.Tidak hanya menipu para ibu-ibu muda, pesulap hijau juga dikabarkan sempat melakukan percobaan terhadap dua orang gadis yang berusia 19 dan 20 tahun, namun aksinya gagal.Saat ini kelima orang korban juga telah membuat laporan ke Polres Pidie dan pihak kepolisian juga sedang mendalami kasus tersebut.