MATATELINGA, Aceh Selatan :Meski anggaran terbatas, jajaran Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Selatan tetap menjalankan patroli rutin penegakan syariat Islam. Pada Senin malam, 23 September 2025, tim WH turun ke sejumlah titik rawan pelanggaran syariat mulai pukul 22.00 WIB. Lokasi yang disisir antara lain kawasan Gunung Peralung, Gunung Kerambil, hingga sekitar terminal dan bundaran Tapaktuan.
Kasatpol PP dan WH Aceh Selatan melalui Kabid Penegakan Syariat Islam (PSI), Rudi Subrita, S.Ag mengatakan patroli dilakukan berdasarkan laporan masyarakat. Meski sebagian lokasi yang dilaporkan tidak terbukti, petugas berhasil mengamankan sejumlah pemuda yang sedang mengonsumsi minuman keras.
"Mereka langsung kami bawa ke kantor untuk pembinaan. Kalau masih bisa dibina, sanksinya cukup ringan, seperti push up atau membersihkan fasilitas umum. Tapi kalau kasusnya berat, tetap kita proses sesuai aturan," jelas Rudi.
Baca Juga: Babinsa Desa Kukup Laksanakan Patroli Bersama di Pelabuhan Sri Bentayan Tambelan Dari operasi tersebut, tim pertama menyisir kawasan Gunung Peralung setelah menerima laporan adanya praktik minum tuak dan dugaan perbuatan mesum. Namun, saat petugas tiba, lokasi dalam keadaan kosong.
Selanjutnya, patroli bergeser ke Gunung Kerambil. Di sana, petugas menemukan sekelompok warga yang sedang bermain kartu, tetapi tidak ditemukan unsur pelanggaran. Razia kemudian dilanjutkan ke bundaran depan masjid Tapaktuan, tempat ketiga pemuda kedapatan sedang menenggak minuman keras jenis Tuak.