MATATELINGA, Tamiang :AIR mengalir deras dari selang truk tangki berukuran 2,5 sentimeter. Beberapa tandon air (tempat menampung air bersih) dan puluhan ember seketika penuh. Para warga seperti balas dendam pada kekurangan air pascabanjir besar memorak-porandakan desa mereka.
Dari kejauhan tampak Basariah (53) berlinang air mata. Perempuan berkulit sawo matang itu terharu. Keraguannya mendapatkan air bersih terpatahkan. Air sudah tiba di halaman rumahnya.
Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu Aceh Selatan 2026: Lulusan S-2 Rp500 Ribu per Bulan