MATATELINGA, Aceh Selatan :Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di awal Ramadan menuai sorotan tajam dari sejumlah orang tua siswa. Menu yang dibagikan dinilai kurang variatif dan pembagian sekaligus untuk beberapa hari dianggap kurang ideal.
Sorotan mencuat setelah beberapa wali murid memposting isi paket MBG di media sosial. Dalam unggahan tersebut,
menu yang diterima siswa berupa telur, roti, kurma, dan buah jeruk.
Salah satu contoh terjadi di SMP Negeri 1 Tapaktuan, di mana paket MBG dibagikan sekaligus untuk tiga hari. Paket makanan juga disalurkan pada sore hari, menyesuaikan waktu berbuka puasa.
Baca Juga: Fadly Abdina Bantah Isu Intervensi dan "Bekingi" Yayasan MBG Namun, kebijakan tersebut justru memicu
kritik. Sejumlah orang tua menilai
menu yang diberikan terlalu sederhana dan kurang mencerminkan konsep "bergizi" seperti yang digaungkan dalam program tersebut.
"Kalau disebut bergizi, harusnya lebih lengkap. Ini lebih seperti paket takjil biasa," ujar salah satu wali murid
Selain komposisi
menu, pola distribusi tiga hari sekaligus juga dipertanyakan. Orang tua menilai kualitas makanan berpotensi
menurun jika disimpan terlalu lama, terutama untuk bahan yang mudah rusak.
"Kalau dibagikan sekaligus, khawatir tidak tahan lama. Apalagi anak-anak belum tentu bisa menyimpan dengan baik," ujarnya.
Baca Juga: Video Dapur Simaninggir Viral, Karat di Area Cuci Ompreng Disorot; LPA Madina Minta Audit Menyeluruh Di sisi lain, ada juga orang tua yang memahami pembagian sore hari sebagai bentuk penyesuaian selama Ramadan. Namun mereka tetap berharap ada evaluasi, baik dari sisi variasi
menu maupun sistem distribusi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait mengenai standar menu MBG selama Ramadan.