MATATELINGA, Lhoksukon: Seorang pemuda diduga memperkosa nenek berusia 74 tahun di Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, ada ada saja yang dimintanya. Korban harus menyediakan ayam putih dan menjalani ritual tidak mandi.[adx]Pria berinisial Br ,32, warga Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara diduga memperkosa korban berinisial HJ, asal Kecamatan Baktiya, akhinya ditangkap massa saat melintas di kawasan itu Minggu (28/7/2019). Tersangka langsung di gelandang ke Polres.Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kapolsek Baktiya Ipda Mahmud, di Lhoksukon Senin (29/7/2019) mengatakan, kejadian berawal pada Rabu 24 Juli 2019 siang saat tersangka singgah ke rumah korban.Baca Juga:
Mucikari Penjual Wanita Muda Digrebek Polisi di Kamar Hotel"Awalnya tersangka bersama seorang wanita (diduga istrinya) melintas dengan sepeda motor di depan rumah nenek itu, kemudian singgah ke rumah korban, karena wanita yang diboncengi Br mengenali nenek ini," sebut Mahmud.Setelah singgah dan berbincang-bincang sedari menyebutkan, bahwa dia bisa mengobati orang sakit, kemudian sang nenek meminta agar tersangka mengobati kakinya yang sedang sakit.[adx]Tersangka mengaku mampu menyembuhkan penyakit yang dialami korban dan tanpa ragu-ragu, korban mempercayainya, apalagi korban mengenali wanita yang dibawanya berinisial Fz .Awalnya pengobatan itu berlangsung di ruang tamu, lalu tersangka meminta agar pengobatan ini harus dilakukan di kamar tidur."Awalnya korban ini agak takut-takut, namun karena percaya kepada Fz yang sudah dikenalinya dan dia juga menunggu di luar sambil golek-golek di ruang tamu, maka korban menuruti permintaan tersangka," sebutnya lagi.Saat itulah tersangka diduga menyetubuhi sang nenek yang kebetulan tidak ada orang lain selain mereka, korban juga diminta tidak mandi selama satu hari sebagai salah satu syarat yang harus dijalani pascapengobatan ini.Tersangka juga miminta uang Rp70 ribu kepada korban untuk pembelian satu ekor ayam putih dan setelah kejadian itu kemudian keduanya pergi.Kasus ini terbongkar keesokan harinya, saat cucu nenek itu yang tinggal bersamanya menanyakan kepada korban kenapa tidak mandi-mandi dan dalam keadaan seperti orang kebingungan."Setelah ditegur, maka sang nenek langsung pergi mandi untuk melaksanakan salat. Seusai mandi, tiba-tiba korban langsung bercerita apa yang terjadi," sebut Mahmud.[adx]Dari sinilah kasus tersebut mulai terbongkar dan kejadian ini juga disampaikan kepada warga lainnya, sehingga pihak keluarga langsung melacak keberadaan tersangka namun tidak diketahui alamatnya.Namun Br dan Fz kembali mendatangi rumah nenek HJ pada Minggu (28/7) siang, sehingga korban memberitahukan kepada cucunya, bahwa merekalah yang mendatangi rumahnya tempo hari.Saat itu Br dan Fz langsung pergi setelah disoraki dan dikejar warga hingga akhirnya berhasil ditangkap di gampong tetangga, kemudian dibawa ke rumah nenek tersebut untuk dipastikan kebenarannya."Tersangka sempat kita bawa ke Puskesmas karena terdapat luka sobek di mulutnya, dan rencananya kasus ini akan kita limpahkan ke Polres Aceh Utara, tetapi saat ini masih kita periksa di Polsek,"sebutnya.Menurut pengakuan tersangka, sambung Kapolsek, dia melakukan itu karena nafsunya datang secara tiba-tiba saat melihat sang nenek. Meski demikian, kasus ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk diketahui motifnya.Sementara seorang warga yang ikut menyaksikan penangkapan itu menyebutkan, tersangka awalnya ditangkap dengan cara diberhentikan laju sepeda motornya oleh warga."Setelah ditangkap keduanya langsung dibawa ke rumah nenek itu untuk dipastikan kebenarannya dan nenek ini membenarkan bahwa mereka berdua yang mendatangi rumahnya tempo hari," sebut salah seorang warga.Warga yang geram langsung membogem tersangka dan kemudian diseret ke luar agar tidak mengganggu penghuni rumah. Yang bersangkutan sempat melawan sedari membacakan mantra.