MATATELINGA, Aceh Tamiang: Percepatan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Aceh Tamiang, harus dilakukan dengan upaya terencana, terukur, dan berkelanjutan, agar target RPJM tahun 2022 tercapai di angka 11,96%.
"Seluruh OPD dalam Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) , harus bersinergi dan bersungguh-sungguh untuk mengentaskan kemiskinan di Bumi Muda Sedia ini ”, kata Sekda Aceh Tamiang, Basyaruddin, SH saat membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan, di Aula Bappeda Aceh Tamiang, Selasa (10/12/19) kemarin.
Selain itu menurut nya, dibutuhkan strategi cerdas, kesungguhan dan data yang dimiliki harus yang kredibel, sehingga kedepannya dalam menjalankan satu program, maka mesti menggunakan data/angka yang valid yang bersumber dari BPS, sebut Sekda Aceh Tamiang dalam rapat tersebut.
Sementara itu, Kepala Bappeda Aceh Tamiang, Drs. Rianto Waris dalam rapat tersebut mengatakan, data ekonomi makro di Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2019, mengalami peningkatan setiap tahunnya, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Menurut Rianto, Hal itu terlihat dari tahun 2014 dari 66,09% meningkat menjadi 68,45% di tahun 2018. Begitu juga dengan Indeks Desa Membangun (IDM) juga mengalami trend positif, di mana tidak terdapat lagi desa sangat tertinggal, kecuali Kampung Perkebunan Alur Jambu Kecamatan Bandar Pusaka. Sementara, angka kemiskinan di kabupaten Aceh Tamiang di tahun 2018, yaitu 14,21%, ujarnya
Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan bertujuan untuk mencari masukan dan kendala yang akan dihadapi dalam pelaksanaan percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Aceh Tamiang.
Rapat koordinasi tersebut, diikuti 60 orang peserta, terdiri dari diantaranya, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan, Tim Kelompok Kerja, Tim Kelompok Program dan Tim Sekeretariat. ( Mtc /Tarmizi)