MATATELINGA, Idi: Puluhan rumah di Desa Pante Kera, Kec. Simpang Jernih, terendam dengan ketinggian air antara 30-80 centimeter. Sementara di Desa Sri Mulya, Kec. Peunarun, ketinggian air diatas badan jalan yang menghubungkan antar desa berkisar antara 50 centimeter hingga 1 meter.Banjir kembali melanda dua kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (16/5/2020), Sebelumnya banjir di Aceh Tengah. Meskipun belum ada korban jiwa, namun arus transportasi antar desa putus total.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Ashadi, SE, MM, pada Wartawan Sabtu (16/5/2020) mengatakan,"Ada 21 rumah yang dihuni 84 jiwa yang terendam di Desa Pante Kera, Simpang Jernih," sebutnya. Menyikapi banjir di dua titik dalam wilayahnya, Ashadi mengaju sudah melakukan koordinasi dengan unsur muspika. Bahkan untuk penyaluran logistik terhadap warga yang terdampak banjir, Ashadi juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial setempat."Kita juga sudah lakukan koordinasi dengan beberapa kecamatan lain yang rawan banjir dengan mewanti-wanti warga yang menetap sepanjang pinggiran sungai. Ini bertujuan agar masyarakat lebih waspada mengingat debit air sungai mulai besar," akunya.Saat ditanya pengungsi, Ashadi mengaku belum ada titik pengungsian baik di Peunarun atau Simpang Jernih. Namun bila hujan terus mengguyur, maka tinggi air semakin meningkat. "Bila hujan dalam dua hari kedepan mereda, maka banjir akan segera surut,"ungkapnya.