MATATELINGA, Jakarta: Veda Ega Pratama menjadi salah satu rookie paling konsisten pada Moto3 2026 bersama Honda Team Asia. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta itu sukses mencuri perhatian sejak awal musim lewat performa stabil di papan tengah hingga barisan depan.Dari enam seri yang sudah berlangsung, Veda berhasil meraih satu podium saat finis ketiga pada GP Brasil. Selain gagal finis di GP Amerika, pembalap berusia 17 tahun tersebut selalu mampu menembus posisi 10 besar.Catatan itu membuat Veda mengoleksi 58 poin dan bertengger di puncak klasemen rookie Moto3 2026.Performa tersebut sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu talenta muda Asia paling menjanjikan di ajang grand prix musim ini.Mugello kini menjadi ujian penting berikutnya bagi Veda Ega Pratama. Sirkuit berkarakter cepat tersebut dikenal menuntut keberanian, slipstream yang tepat, dan kemampuan menjaga ritme sejak sesi latihan hingga balapan utama.Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, menghadapi ancaman serius pada Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello, 29-31 Mei, setelah rival utamanya, Brian Uriarte, datang dengan performa menanjak. Veda masih memimpin klasemen rookie Moto3 2026 dengan 58 poin, tetapi keunggulannya mulai terancam usai Uriarte tampil impresif pada GP Catalunya.Moto3 Italia 2026 diprediksi menjadi salah satu balapan paling krusial bagi perebutan status rookie terbaik musim ini.Persaingan makin panas karena kedua pembalap muda tersebut sama-sama menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang enam seri awal.Ancaman terbesar Veda datang dari Brian Uriarte yang kini membela Red Bull KTM Ajo. Pembalap asal Spanyol tersebut berada di posisi kedua klasemen rookie dengan selisih 16 poin dari Veda.Uriarte bukan nama asing bagi Veda Ega Pratama. Keduanya sudah beberapa kali terlibat persaingan ketat saat tampil di Red Bull Rookies Cup 2025 sebelum akhirnya naik kelas ke Moto3 musim ini.Jelang Moto3 Italia 2026, Uriarte datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah tampil kompetitif pada GP Catalunya.Murid Emilio Alzamora itu bahkan sempat beberapa kali memimpin jalannya balapan sebelum finis di posisi keempat."Minggu lalu kami menunjukkan bahwa kami bisa bersaing dengan para pembalap terdepan," kata Uriarte seperti dikutip dari laman resmi KTM Ajo."Jadi sekarang saatnya untuk membuktikan bahwa itu bukan hanya kejadian sekali saja," lanjutnya.Pernyataan tersebut menjadi sinyal ancaman nyata bagi Veda Ega Pratama. Uriarte kini mulai menemukan ritme terbaiknya setelah menjalani masa adaptasi pada musim debut di Moto3.