MATATELINGA, Jakarta:Berdasarkan ekstrapolasi data saat ini, hari dengan durasi 25 jam diperkirakan baru tercapai dalam orde waktu sekitar 200 juta tahun, bukan dalam hitungan dekade atau abad.
Jadi, klaim bahwa Bumi akan segera memiliki 25 jam sehari tidaklah benar, karena proses ini akan memakan waktu hingga ratusan juta tahun. Kita, bahkan generasi setelah kita, tidak akan mengalaminya.
Perubahannya cukup kecil sehingga kita tidak akan benar-benar menyadarinya. Namun, selama jutaan tahun, perubahan-perubahan kecil itu akan bertambah hingga akhirnya menambah satu jam ekstra pada siklus diurnal Bumi.