MATATELINGA, Bakung: Menjelang bulan suci Ramadhan, Babinsa Desa Batu Belubang, Kecamatan Bakung Serumpun, Koptu Damri Pasaribu, menggelar patroli bersama linmas bapak emi dan Doni bersama Perlindungan Masyarakat (Linmas) bapak Dony dan Tokoh Masyarakat bapak Sofian setempat, sebagai langkah preventif dan cipta kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman, serta deteksi dini ancaman bencana, khususnya kebakaran di area pemukiman padat penduduk.
Baca Juga: Dukung Program Gerakan Indonesia ASRI, Babinsa Senayang Bersama Unsur Forkopimcam dan Warga Gelar Korve Bersama Fokus utama dalam patroli ini adalah lokasi pemukiman yang rawan bencana kebakaran, mengingat kondisi perumahan warga Desa Batu Belubang yang saling berdempetan dan sebagian besar konstruksi rumah terbuat dari bahan semi-permanen yang mudah terbakar.
Patroli dilakukan door-to-door, sambil memberikan edukasi kepada warga agar melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala dan sebelum meninggalkan rumah. Selain itu warga juga diimbau untuk lebih bijak menggunakan listrik, guna menghindari beban berlebih yang dapat memicu korsleting arus pendek saat rumah dalam keadaan kosong.
Menanggapi kegiatan ini, Babinsa Koptu Damri Pasaribu menegaskan pentingnya kewaspadaan kolektif. "Kami mengajak seluruh warga untuk menjadi 'polisi' bagi dirinya sendiri dan lingkungannya. Sebelum meninggalkan rumah untuk beribadah atau aktivitas lain, pastikan kompor mati dan jaringan listrik aman. Kondisi rumah kita yang rapat menuntut kewaspadaan ekstra agar tidak terjadi musibah kebakaran yang dapat merugikan banyak pihak," ujar Koptu Damri di sela-sela kegiatan patroli.
Selain mitigasi bencana kebakaran, patroli ini juga menyasar penyakit masyarakat yang kerap muncul menjelang hari besar keagamaan, Babinsa dan Linmas secara tegas mengingatkan warga untuk mematuhi maklumat Polri terkait larangan menyalakan petasan atau bunga api yang dapat mengganggu ketenangan ibadah. Babinsa juga memberikan peringatan keras untuk menghindari perilaku melanggar hukum yang berlebihan, seperti konsumsi minuman keras (miras) dan narkotika, demi memastikan seluruh rangkaian ibadah puasa hingga perayaan hari raya berjalan dengan tertib dan khidmat.