MATATELINGA, Medan-Kejaksaan Negeri Gunungsitoli berkomitmen dalam membangun zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) 2025. Diawali dari pencanangan dan penandatanganan pakta integritas seluruh jajaran, Kejari Gunungsitoli mulai melakukan perubahan dengan mengusung tagline "Change Today, Create Tomorrow" yang artinya berubah hari ini dan ciptakan inovasi di hari esok.Dalam perbincangan khusus dengan Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli (Kajari Gunungsitoli) Parada Situmorang, SH,MH, Kamis (17/4/2025) menyampaikan bahwa permasalahan dan tantangan yang dihadapi Kejari Gunungsitoli adalah luas wilayah yang mencakup Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Barat dan Kabupaten Nias Utara.
"Wilayah hukum kita itu didominasi desa yang sangat tertinggal, kebiasaan (habit) masyarakat memanfaatkan teknologi informasi belum (berubah) menjadi budaya, sebagian besar UMKM saat ini masih berada pada tahap bertahan (survival), belum berkembang secara optimal menuju skala yang lebih besar, kesadaran dan rasa ingin tahu masyarakat terhadap hukum masih rendah, kemudian sarana dan prasarana pendukung masih seadanya," paparnya.Dalam pembentukan visi utama dan budaya kerja Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, lanjutnya selain Core Values ASN Berakhlak dan Tri Krama Adhyaksa, sebagai langkah pembentukan pola pikir (mind set) dan Budaya Kerja (culture set) di Lingkungan Kejaksaan Negeri Gunungsitoli dibentuklah sebuah logo dengan maskot Burung Beo Nias dan 2 Jargon Kejaksaan Negeri Gunungsitoli “BӦI FALIMO BӦI MANAGӦ” dan “SIGA” dalam Bahasa Nias.
[br]
“BӦI FALIMO BӦI MANAGӦ” dalam bahasa Nias berarti “Jangan Berbohong Jangan Mencuri (Korupsi). SIGA dibuat menjadi okronim Solutif, Inovatif, Gesit, dan Akuntabel. SIGA dalam bahasa Nias berarti Keren. Jargon ini menjadi kata kunci bagi seluruh jajaran dalam menjalankan tugas memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tegasnya.Untuk mendukung pencapaian predikat WBK Tahun 2025, lanjutnya Kejari Gunungsitoli juga melakukan peningkatan sarana dan prasarana. Mulai dari peningkatan kualitas visual pemberi layanan seperti petugas piket, petugas Kamdal dan petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Tidak hanya itu, gedung PTSP juga dibenahi dan dilengkapi agar nyaman bagi siapa saja yang datang ke Kantor Kejari Gunungsitoli.
"Fasilitas pendukung yang kita bangun mulai dari musholla, kantin, parkir khusus dan akses khusus difabel, pojok baca di PTSP, klinik, klinik Adhyaksa, aula serta fasilitas pendukung lainnya," paparnya.Terobosan-TerobosanDalam membangun kekompakan internal dan kepercayaan publik, lanjut mantan Kajari Kepulauan Aru ini, Kejari Gunungsitoli membangun komunikasi dengan antar lembaga, membangun kepedulian terhadap sesama seraya tetap menguatkan kebersamaan dan kekompakan seluruh tim."Salah satu bentuk kepedulian Kejari Gunungsitoli terhadap perekonomian masyarakat adalah secara berkesinambungan melakukan kontrol harga bahan pokok, dukungan terhadap UMKM dengan mempromosikan produknya lewat media sosial dan di kantin Adhyaksa. Secara berkala, bekerjasama dengan Bulog membagikan paket sembako kepada warga masyarakat kurang mampu," tegasnya.
Terkait dengan 6 area perubahan yang dilakukan dalam mendukung pencapaian pembangunan zona integritas menuju WBK 2025, Kejari Gunungsitoli telah melakukan manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM apratur, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik."Tahun 2024 lalu, capaian kinerja yang kita raih menjadi motivasi bagi kita dalam meningkatkan kinerja ke depan. Kejaksaan Negeri Gunungsitoli selain telah melaksanakan pembangunan Zona Integritas pada 6 area perubahan, serta telah melaksanakan Rencana Aksi Nasional diantaranya: Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika, Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia dan Rencana Aksi Nasional Instruksi Presiden Jaminan Kesehatan Nasional," paparnya.
Terobosan-terobosan yang kita lakukan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, papar Parada Situmorang antara lain secara rutin melakukan tes urine dan donor darah. Terobosan lainnya adalah layanan Jaksa Melayani (Jamal), layanan Jaksa Mozago Banua (Jaksa Masuk Desa atau Jaksa Garda Desa), layanan bulletin kinerja yang terbit secara kontinyu memuat kinerja Kejari Gunungsitoli, layanan peduli UMKM dan layanan coffee morning untuk memberikan pemahaman terkait hukum.Di akhir perbincangan dengan Parada Situmorang, ia menyampaikan untuk meraih predikat WBK 2025 tidak mudah, perlu kekompakan dan kebersamaan terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.