MATATELINGA, Asahan : Niathati hendak membekuk tersangka kasus korupsi atas nama Bambang Surya Siregar selaku bendahara Nagori Banjar Hulu berdasarkan surat penetapan tersangka (Pidsus-18) Nomor Tap-02/L.2.24/Fd.2/07/2025 tertanggal 03 Juli 2025, dua korban harus kehilangan nyawa dikarenakan terseret arus sungai Sei Silau yang berada di jalan HM.Yamin kelurahan Kisaran Naga kecamatan Kisaran Timur Asahan
Keterangan yang berhasil dihimpun dan keterangan Zulkifli Siagian yang merupakan abang ipar korban hanyut atas nama Muhammad Safari Siregar (42) warga jalan Pelita Kisaran mengatakan awalnya ada beberapa orang yang tidak kami kenal sedang duduk di tempat kami di cafe KPPS (Kafe Pinggir Sungai) Pangkal Titi jalan HM Yamin Kisaran Timur, namun tiba tiba salah seorang berdiri dan berlari ke arah sungai dan mencebur ke sungai ini, dan dibelakangnya ada juga seorang lelaki yang mengejarnya , mereka berdua saling tarik menarik hingga ketengah sungai ini.
Namun tidak lama berselang seorang lelaki yang dikejar tersebut berhasil menepi kepinggiran sungai diseberang sana, dan yang mengejar hanyut terbawa arus sungai Sei Silau ini, ujarnya.
Lebih lanjut Zulkifli Siagian juga mengatakan memang terdengar teriakan minta tolong dari orang yang mengejar tadi "Tolong Aku", teriakan itu membuat adik saya spontanitas menceburkan diri kedalam sungai ini untuk memberikan bantuan kepada seorang lelaki yang akhirnya diketahui bernama Reynanda Primta Ginting staf Pidsus Kejari Simalungun.
Dari kejadian tersebut Reynanda Primta Ginting staf Pidsus Kejari Simalungun telah ditemukan dalam keadaan tewas dan telah dievakuasi pada Kamis 03 Juli 2025 sekira pukul 10.15 wib, dan adik saya Muhammad Safari Siregar (42) hingga saat ini belum diketemukan.
Meskipun pihak Basarnas Propinsi Sumatera Utara ,BPBD kabupaten Asahan maupun Tanjung Balai sudah melakukan upaya penyisiran hingga pukul 20.00 wib, dan direncanakan tim kembali melakukan pencarian esok pagi, ungkapnya.(dieks)