Bagi kelurahan yang ditetapkan menjadi lokasi fokus stunting tahun 2025 melalui SK lokus stunting, serius dan komitmen serta seluruh pihak terkait bersama-sama dalam penanggulangan dan penurunan stunting terintegrasi dengan segala potensi yang ada.
"Lurah berkonsultasi terkait pemeriksaan kesehatan dengan puskesmas, dalam menciptakan keluarga sehat mencegah terjadinya kematian ibu, bayi dan anak, serta mempercepat penurunan stunting, "katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Hasudungan Hutajulu yang juga Sekretaris TPPS, dalam penurunan angka stunting dilakukan terintegrasi, antara OPD penanggung jawab pelayanan dengan sektor lembaga non pemerintah dan masyarakat.
Baca Juga: Percepatan Eliminasi Tuberkulosis, Bobby Nasution Teken Komitmen Bersama dengan Tujuh Gubernur Lainnya Hasil survei Status Gizi Indonesia Tahun 2024, prevalensi stunting di Kota Pematangsiantar di angka 12,2 persen. Kota Pematangsiantar berada di posisi terendah ketiga atau terbaik ketiga dari 33 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Hadir perwakilan BKKBN Provinsi Sumut, sejumlah pimpinan OPD, mewakili Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar, pimpinan Bank Sumut, camat, kepala puskesmas, para lurah, serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Pematangsiantar. (sip)