Hadi Suhendra kembali menegaskan bahwa dirinya sangat mendukung program Pemko Medan untuk melakukan muskel sebagai langkah penting dalam pemutakhiran data. Sebab, pemutakhiran data merupakan dasar dalam pendistribusian bantuan sosial yang tepat sasaran.
Hadi Suhendra juga mendukung dilakukannya graduasi kepada masyarakat yang tidak berhak mendapatkan bantuan dari daftar penerima bansos dan menggantinya dengan masyarakat yang berhak.
"Kedepan, pendistribusian seluruh bansos harus tepat sasaran," pungkasnya.
Baca Juga: Senam Germas di Medan Amplas Meriah, Rico Waas: Berhasil Mengajak Masyarakat Bergerak Bersama Menyehatkan Tubuh Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Khoiruddin Rangkuti, membenarkan pernyataan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bahwa saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Medan tengah membenahi data penerima bantuan sosial (bansos) lewat proses pemutakhiran data. Hal ini dilakukan, agar penyaluran bansos kepada masyarakat tidak mampu benar-benar tepat sasaran.
"Benar sekali apa yang disampaikan Bapak Wali Kota Medan, saat ini Pemko Medan tengah melakukan pemutakhiran data. Prosesnya masih berlangsung sampai sekarang," ucap Khoiruddin Rangkuti ketika dikonfirmasi, Kamis (28/8/2025).
Dijelaskan Khoiruddin, proses pemutakhiran data tersebut dilakukan melalui muskel. Nantinya, setiap nama yang diusulkan untuk masuk ke Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) ataupun setiap nama yang dikeluarkan dari DTSEN akan diputuskan secara bersama-sama di dalam muskel tersebut.
Dijelaskan Khoiruddin, hingga saat ini sebanyak 130 dari 151 Kelurahan di Kota Medan telah selesai melakukan muskel dan telah menyampaikan hasil muskel tersebut kepada Dinas Sosial Kota Medan. Dari hasil muskel di 130 Kelurahan tersebut, sudah lebih dari 4.000 data yang diusulkan untuk digraduasi karena dinilai tidak lagi berhak untuk mendapatkan bantuan.