MATATELINGA,Asahan : Melalui surat resmi, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengundang seluruh kepala daerah untuk mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang dilaksanakan secara virtual pada Selasa, 2 September 2025.
Rapat tersebut diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah teknis, serta kepala daerah dari seluruh Indonesia.
Bupati Asahan yang mengikuti rapat koordinasi secara virtual dalam keterangannya mengatakan kehadiran unsur Forkopimda tersebut menunjukkan sinergi pemerintah daerah dalam mendukung langkah strategis pengendalian inflasi.
Baca Juga: Sekdaprov Sumut Ikuti Rakor dengan Mendagri, Kepala Daerah Diminta Terus Berkoordinasi dengan Forkopimda Kendalikan Situasi Bupati Asahan juga mengatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Asahan untuk mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Pemerintah Kabupaten Asahan bersama organisasi perangkat daerah terkait juga telah menyiapkan langkah konkret untuk mengendalikan inflasi, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga.
Dan dalam Rakor tersebut Mendagri juga mengingatkan agar seluruh kepala daerah lebih berhati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan seremonial di tengah situasi sosial yang sensitif. Disampaikannya bahwa kegiatan yang berlebihan, seperti pesta atau hiburan musik, berpotensi menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat.
Oleh karena itu, kegiatan ulang tahun daerah maupun acara kedinasan sebaiknya dilaksanakan dengan sederhana, misalnya melalui doa bersama, tumpengan, atau pemberian santunan kepada anak yatim dan masyarakat kurang mampu, sebagai wujud empati serta untuk menjaga kepercayaan publik, ujarnya
Baca Juga: Rico Waas Lakukan Pertemuan dengan Forkopimda dan Tokoh Publik, Jaga Kondusivitas Kota Medan Pasca Demo Anarkis Bupati juga mengatakan dalam Rakor yang diselenggarakan secara virtual tersebut Mendagri juga menghadirkan pimpinan Badan Pangan Nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat, serta Perum Bulog.
Ketiga lembaga tersebut memaparkan kondisi terkini terkait ketersediaan pangan nasional, perkembangan data inflasi, serta strategi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di seluruh daerah. Paparan tersebut menekankan bahwa sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mengantisipasi gejolak harga, terutama menjelang periode akhir tahun, ungkapnya