" Mungkin orang memandang istri saya sarjana karena guru honor, tapi orangkan tidak tau bagaimana keadaan ekonomi kami. Tidak pernah kami dapat batuan baik beras, PKH atau jaminan kesehatan dari pemerintah," ucap Rajali dengan wajah sedih. Sabtu,
Pasca berita tentang kondisi rumahnya yang tak layak huni menyebar luas dan mendapat respon negatif masyarakat terhadap terhadap pemerintah. Pihak pemerintah Desa serta dinas Perkim Kabupaten Deli Serdang sudah datang kerumah mereka dan akan membantu pembangunan rumah layak bagi Rajali.
" Iya, ada kemarin sudah datang orang dari Dinas Perkim Pemkab Deli Serdang katanya. Mereka bilang akan merehap rumah kami ini. Banyak juga nanya nanya memang kondisi kami seperti ini ya itu yang kita sampaikan, " ungkap Rajali.
Baca Juga: Polsek Tanah Jaea Gelar Minggu Kasih dan Salurkan Bantuan Sembako Hajeman Kepala Desa Bandar Labuhan pada wartawan membenarkan kalau Rajali adalah salah satu warganya. Terkait rumah reot Rajali sebelumnya ada komunikasi bahwa anaknya menyarankan tinggal dirumah kontrakan.
Terkait bantuan jaminan kesehatan pihak desa mengaku akan melakukan kroscek lagi.
Menyoroti kondisi masyarakat ini, masyarakat membandingkan dengan penyediaan kain gorden rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang bernilai ratusan juta rupiah. Juga makan minum yang mencapai milyaran rupiah. Sementara kondisi rakyat masih banyak yang menderita.