Kondisi yang mengundang kecurigaan terjadi selanjutnya. Pihak keluarga korban mendapat informasi dari petugas keamanan perkebunan bahwa korban mengalami sakit dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Namun, setibanya di Rumah Sakit Tiara, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
"Merasa ada yang tidak wajar dengan kematian korban, pihak keluarga meminta dilakukan visum et repertum terhadap jenazah korban di Rumah Sakit dr. Djasamen Saragih," ucap Kapolsek dengan nada serius. Permintaan visum ini menunjukkan adanya keraguan keluarga terhadap penyebab kematian korban.
Merespons laporan tersebut, Kepala Unit Reserse Kriminal Iptu Fritsel Sitohang S.H, M.H., bersama personil Polsek Tanah Jawa dan Tim Inafis Polres Simalungun segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim penyelidik yang terdiri dari Iptu Fritsel Sitohang S.H, M.H., Aipda Roy Siregar, Aipda Sujid (Inafis Polres Simalungun), dan Bripka Virman Tampubolon melakukan serangkaian tindakan investigasi profesional.
Baca Juga: Lewati Medan Terjal dan Curam, Kapolsek Tanah Jawa Pimpin Evakuasi Mayat di Sungai Tongguran "Tim kami telah melakukan olah TKP, menginterogasi saksi-saksi, membuat permintaan Visum Et Repertum mayat, dan berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit dr. Djasamen Saragih," ungkap Kompol Asmon Bufitra mengenai langkah-langkah penyelidikan yang telah dilakukan.
Dalam penyelidikan ini, tidak ditemukan barang bukti fisik di lokasi kejadian. Namun, kesaksian dari kedua pelapor menjadi kunci penting dalam mengungkap kronologi kejadian. Tim juga telah melaporkan perkembangan kasus ini kepada pimpinan untuk mendapat arahan lebih lanjut.
Kasus yang awalnya dilaporkan sebagai penemuan mayat non pidana ini kini berkembang menjadi penyelidikan yang lebih mendalam mengingat adanya dugaan kematian tidak wajar. Polsek Tanah Jawa berkomitmen untuk mengungkap kebenaran demi memberikan keadilan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan.
"Kami akan terus melakukan penyelidikan secara profesional dan transparan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku," tegaskan Kapolsek Tanah Jawa mengakhiri keterangannya. Hasil visum yang akan keluar nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab pasti kematian korban