"Tentunya ini akan kami follow up (tindak lanjuti). Jadi memang harus ada penyesuaian dan perbaikan terus. Seperti saat ini, kami laporkan bahwa sekarang sudah ada dua Sekolah Rakyat tingkat SMA yang berjalan di Kota Tebingtinggi dan Padangsidimpuan. Karenanya kami mengapresiasi kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI di Sumatera Utara," terang Togap Simangunsong.
Sementara mewakli rombongan Komisii VIII DPR RI yang hadir, Marwan Dasopang mengatakan bahwa pihaknya ingin memastikan bahwa cita-cita Presiden RI Prabowo Subianto untuk memberikan pendidikan yang berkualitas bagi anak bangsa bisa berjalan dengan baik. Mengingat selama ini banyak anak yang tidak mendapat perhatian dari orang tuanya, sehingga pemerintah melalui keberadaan SR bisa menjadi orang tua yang baik bagi siswa.
Melalui perbincangan bersama pengelola SRMP itu, Marwan mengatakan akan membawa hal ini ke Komisi VIII DPR RI untuk menjadi perhatian bagi seluruh jajaran pemerintah, mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten/kota.
Senada dengan itu, Kepala SRMP 1 Deliserdang Reni menyebutkan bahwa lokasi belajar saat ini merupakan tempat sementara menunggu gedung baru yang sedang dalam tahap pembangunan. Sedangkan untuk model pembelajaran, menggunakan kurikulum pendidikan nasional, yang dikelola di bawah Kementerian Sosial. Kemudian ada juga kurikulum asrama, dimana siswa tinggal di asrama selama bersekolah.
"Tidak ada yang pulang, guru juga tinggal di sini, termasuk kepala sekolahnya (saya) juga. Dan ini program yang sangat baik, sebagai cita-cita mulia Pak Presiden RI untuk menuntaskan kemiskinan. Karena memang aspek dari dasar, hal yang pertama kita perbaiki adalah pendidikan. Dari situ mengarah kepada perkembangan karakter. Kalau sudah baik, maka dia akan sadar punya integritas dan motivasi dalam diri yang membuat mereka menyadari pentingnya belajar untuk menghadapi masa depan," pungkasnya.