Tidak adanya sistem drainase yang memadai, membuat kawasan itu sangat kesulitan untuk bisa membuang dan mengaliri aliran air ketika hujan turun.
Dan kedalam mencapai 50-60 cintimeter,sehingga kendaraan roda dua banyak yang mogo dan, sehingga susah dilalahi oleh warga Dan perkerja yang dikim tersebut. "Kami memintak kepada dinas terkait atau pihak (KIM) agar dapat memperbaiki drenase tidak normal di paret-paret yang subat juga banyak jalan yang berlubang.
Baca Juga: Dengar Keluhan Langsung Masyarakat, Rico Waas: Permasalahan Banjir di Mabar Hilir Jadi Perhatian Khusus Pemko Medan Kawasan BUMN terbesar di Kota Medan tersebut, memang sudah menjadi langganan banjir dan sudah terjadi selama beberapa tahun belakangan ini, namun tidak ada upaya yang dilakukan oleh pihak PT KIM untuk bisa mengatasi banjir, dan terkesan membiarkan apa yang sudah terjadi selama ini. Bobi supir truk yang kebetulan melintas di area banjir tersebut mengatakan, jika dirinya agak pusing melihat keadaan banjir tersebut, karena dengan adanya banjir tersebut membuat aktifitas bongkar muat menjadi terganggu, karena banjir bukan hanya menggenangi jalan, namun banjir juga sudah masuk ke area pabrik.
"Agak pusing juga bang, karena kita kan ada bongkar muat di dalam pabrik, jadinya agak terganggu, dengan adanya banjir itu, barang-barang muatan kami jadinya basah terkena air", ucapnya.
Dirinya berharap agar banjir tersebut bisa di tanggulangi minimal bisa diminimalisir oleh pihak KIM itu sendiri, agar para supir truk yang lain, ataupun kendaraan yang lain bisa nyaman dan lancar ketika masuk ke Kawasan Industri Medan.