Mahyaruddin mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 13.000 rumah di 31 kelurahan se-Kota Tanjungbalai yang masih membutuhkan perbaikan. Ke depan, ia menekankan agar pendataan dan survei warga penerima bantuan RTLH harus dilakukan jauh lebih baik dan akurat.
Ia juga berharap penentuan penerima manfaat dilakukan dengan skala prioritas, sehingga program ini menjadi tolok ukur Pemko Tanjungbalai bagi warga yang paling layak menerima.
Baca Juga: Sidak Ke Dinas Pertanian Tanjungbalai, Waris kecewa lihat Kondisi Kantor Kurang Terawat Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fadly Lubis, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 ini, dinas Perkim memprogramkan 50 unit bedah rumah dengan anggaran Rp 20 juta per unit. Program RTLH difokuskan di kecamatan Datuk Bandar, Datuk Bandar timur dan kecamatan Teluk Nibung. (Riki)
Baca Juga: Pemkab Asahan dan Pemkot Tanjung Balai Tergugah Hati untuk Keruk Dasar Sungai