Bupati juga menyoroti lambatnya progres penanganan masalah Sungai Sikkam yang sudah berlangsung selama enam bulan.
Bupati menegaskan perlunya tindakan nyata dan cepat dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. "Saya berharap pelayanan yang sudah baik agar ditingkatkan, dan bagi yang belum, saya mohon untuk berubah menjadi lebih baik. Ada 1 juta masyarakat yang harus kita layani," tegas
Bupati Anton Achmad Saragih.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Jonrismantua Damanik, menjelaskan tentang konsep manajemen talenta.
Menurut Jonrismantua, sistem ini dirancang untuk menempatkan dan mempromosikan ASN berdasarkan pemetaan kompetensi dan kinerja, sehingga ASN dapat ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan keahlian, minat, dan rekam jejak yang dimiliki. Dengan demikian, diharapkan seleksi terbuka tidak lagi diperlukan. Selain itu, diperkenalkan pula sistem Profiling ASN yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan integrasi data dengan Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN). Proses penilaian akan menggunakan teknologi digital melalui aplikasi Pro ASN.
Baca Juga: Pemkab Asahan Perkuat Aturan Pakaian Dinas ASN Sebanyak 740 ASN di Simalungun akan didaftarkan dalam program ini, dengan target pelaporan ke BKN Sumut paling lambat akhir Desember. Kabupaten Simalungun dijadwalkan untuk melakukan ekspos ke BKN Pusat pada minggu kedua Desember.
Rapat koordinasi (Rakor) juga mencakup pemaparan terkait program Koperasi Merah Putih, Universal Health Coverage (UHC) oleh Dinas Kesehatan, serta laporan dari BPBD terkait penanganan bencana banjir di Serbelawan, longsor, dan irigasi di Hutabayuraja. (sip)