"Kemudian kayu-kayu tersebut disusun menjadi satu untuk dapat dilintasi khususnya oleh pejalan kaki," akunya.
Menurutnya, meski tanpa struktur penopang permanen, jalur itu menjadi solusi cepat agar warga dapat kembali melintas dari Batang Toru menuju Kota Sibolga maupun sebaliknya.