MATATELINGA, Madina :Dugaan kongkalikong antara Kepala Puskesmas dan bendahara UPT Puskesmas Gunung Baringin kembali mencuat setelah sejumlah pegawai melaporkan ketidakwajaran dalam pembagian dana BPJS. Informasi dari beberapa narasumber menyebutkan bahwa pembagian dana seharusnya berdasarkan kehadiran, namun praktiknya diduga ditentukan oleh kedekatan personal.
Keluhan ini berawal ketika pegawai mempertanyakan dasar pembagian BPJS yang tidak transparan. Menurut sumber internal, Kapus pernah menyampaikan bahwa kehadiran menjadi acuan, tetapi realisasi di lapangan justru berbeda dari penjelasan tersebut. Hal inilah yang kemudian memicu polemik di lingkungan UPT Puskesmas.
Baca Juga: Kapuspen TNI Apresiasi Dedikasi Awak Media dalam Rangkaian HUT ke-80 TNI