"Saya perlu sampaikan secara terbuka bahwa tidak pernah ada komunikasi antara saya dengan Plt Ketua DPD Golkar Sumut sampai hari ini. Jadi kalau ada pernyataan seolah-olah sudah berkomunikasi, itu tidak sesuai dengan fakta," tegasnya.
Ijeck juga menanggapi pernyataan Ahmad Doli yang menilai banyak kader Golkar Sumut tidak terakomodir selama masa kepemimpinannya. Menurut Ijeck, tudingan tersebut tidak berdasar dan tidak sesuai dengan data kepengurusan partai. Ia menjelaskan, selama memimpin DPD Golkar Sumut, pihaknya justru melibatkan sekitar 200 kader dalam struktur kepengurusan, jumlah yang disebutnya sebagai yang terbesar dibandingkan periode-periode sebelumnya.
Baca Juga: Aksi Kemanusiaan Pemuda Pancasila Sumut, Ijeck: Kita Harus Hadir di Saat Sulit "Selama saya menjabat, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi kader untuk terlibat. Hampir 200 kader masuk dalam kepengurusan DPD Golkar Sumut. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk membangun partai secara kolektif dan inklusif," ujarnya.
Karena itu, Ijeck menilai isu tidak terakomodirnya kader hanya upaya mencari-cari kelemahan kepemimpinannya.Lebih lanjut, Ijeck memaparkan capaian konkret Golkar Sumut di bawah kepemimpinannya, termasuk peningkatan signifikan jumlah kader.
" Ia menyebutkan, pada 2017 jumlah kader Golkar Sumut sekitar 44 ribu orang, kemudian meningkat drastis menjadi lebih dari 241 ribu kader pada 2023. Peningkatan tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja konsolidasi yang melibatkan kader hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
"Kami selalu melibatkan kader sampai tingkat desa dalam setiap kegiatan partai. Soliditas internal terus dijaga, sehingga selama lima tahun kepemimpinan saya, tidak pernah terjadi konflik berarti antar kader Golkar di Sumatera Utara," tambahnya.
Baca Juga: Partai Golkar Sumut Bergejolak, DPD II.Labuhanbatu dan Labuhanbatu Utara "Tutup Mulut" Meski demikian, Ijeck menegaskan dirinya menerima keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar terkait penunjukan Plt Ketua DPD Golkar Sumut. Namun, ia menolak anggapan bahwa kondisi DPD Golkar Sumut berada dalam situasi darurat.
Menurutnya, perbedaan yang ada hanyalah soal cara pandang dan strategi dalam menjaga persatuan serta kekuatan partai.Ia menutup keterangannya dengan menyampaikan bahwa selama kepemimpinannya, Golkar Sumut berhasil mencatatkan prestasi politik yang signifikan, antara lain peningkatan perolehan kursi di DPR RI, DPRD Provinsi Sumut, dan DPRD kabupaten/kota, melampaui target kemenangan Pilkada 2024, serta ikut memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024.
"Semua capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh kader Golkar Sumut," pungkas Ijeck. (Syahdan/Red)
Baca Juga: Dewan Pertimbangan DPD Golkar Sumut: "Ada Apa Tiba - Tiba Penunjukan Plt Ketua Golkar Sumut, Siapa Dalangnya"