Ratusan
guru honorer yang terdampak PHK tersebut dalam aksinya juga berkeinginan untuk dapat ketemu dengan bupati Asahan Taufik ZA Siregar untuk mengadukan nasib mereka serta mengutarakan keluh kesahnya, ujarnya.
Lebih lanjut Fais selaku koordinator aksi tersebut mengatakan tangisan para
guru honorer yang terdampak PHK ini sangat menyayat hati dan membuat iba warga masyarakat yang melihat aksi tersebut, para
guru honorer tersebut terpaksa harus berhenti untuk mengajar di dunia pendidikan dikarenakan adanya keputusan dari Pemerintah dan para
guru honorer tersebut juga tidak dapat masuk dalam rekruetmen pemerimaan pegawai PPKK paruh waktu.Padahal para
guru honor ini sudah mengabdi cukup lama dan para
guru honor ini meminta bupati Asahan untuk dapat mengembalikan kesekolah lagi dan dapat mengajar pendidikan.Guru
honor yang terdampak PHK ini juga telah mengadukan ke DPRD Asahan, namun hasilnya tetap nihil sehingga kami melakukan aksi ini.
Sementara bupati Asahan yang diwakili oleh wakil bupati Rianto saat menemui para guru honor yang terdampak PHK tersebut mengatakan permasalahan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap guru honorer ini bukan saja dialami oleh Kabupaten Asahan , namun fenomena ini terjadi diseluruh Indonesia.
Baca Juga: Ketua Dekranasda Asahan Hadiri Pembukaan INACRAFT 2026 di Jakarta Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan dalam waktu dekat ini akan segera ke Kementrian Pendidikan di Jakarta guna membahas persoalan tersebut, mari kita sama sama berdoa agar kiranya seluruh tenaga pendidik yang terdampak PHK ini dapat diberdayakan kembali untuk mengasuh serta mengajar para muridnys disekolah masing masing, tuturnya