Gubernur Sumatera Utara menekankan pentingnya komunikasi publik yang masif untuk mencegah kepanikan masyarakat, penguatan peran TPID kabupaten kota, optimalisasi peran BUMD dalam rantai pasokan pangan, serta penguatan kerja sama antar daerah surplus dan defisit guna menekan disparitas harga komoditas strategis, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) agar lebih tepat waktu dan tepat sasaran, penambahan pasokan daging sapi maupun daging kerbau oleh Bulog, serta penguatan kerja sama dengan produsen ayam ras dan telur untuk menjamin ketersediaan pangan selama HBKN. Selain itu, pemerintah daerah didorong menyesuaikan kebijakan administered prices, menerapkan Early Warning System inflasi, serta menyiapkan protokol intervensi harga dengan melibatkan TPID, Satgas Pangan, dan pelaku UMKM, ujarnya.
Lebih lanjut Wakil bupati Asahan Rianto juga mengatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Asahan untuk menindaklanjuti seluruh arahan dan kesepakatan yang telah dihasilkan, Pemkab Asahan berkomitmen memperkuat peran TPID Kabupaten Asahan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, khususnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 ini.
Baca Juga: Dinas Kominfo Asahan Lounching Studio Podcast "Asahan Bicara" Koordinasi lintas OPD, Bulog, BUMD, serta pelaku usaha dan UMKM akan terus kami intensifkan agar pasokan aman, distribusi lancar, dan harga tetap terjangkau. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, kami optimistis inflasi di Kabupaten Asahan dapat dikendalikan dan kebutuhan masyarakat selama HBKN dapat terpenuhi dengan baik, pungkasnya.