Sebelumnya, Eko Hendro Purnomo menegaskan, kunjungan pihaknya tidak sekadar seremonial, melainkan langkah konkret untuk mengidentifikasi kendala teknis, regulasi, hingga tantangan global yang berpotensi memengaruhi proyek hilirisasi aluminium.
"Komisi VI DPR RI komitmen mengawal agenda hilirisasi mineral di Kalimantan Barat. Kunjungan kerja spesifik ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan untuk memastikan proyek hilirisasi bauksit melalui Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit–Alumina–Aluminium di Mempawah berjalan sesuai target, tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah serta nasional,"kata Eko.Ia menyebut, pengembangan SGAR Fase 2 dan Smelter Aluminium Mempawah sangat strategis dalam memperkuat struktur industri nasional berbasis sumber daya alam. Dengan nilai tambah yang dihasilkan dari proses hilirisasi, Kalimantan Barat diharapkan tidak lagi sekadar menjadi daerah penghasil bahan mentah, melainkan pusat industri pengolahan bernilai tinggi.
Langkah pengawasan aktif