Kegiatan ini menghadirkan para pemateri dari Kementerian Agama Kota Medan yang akan memberikan materi keagamaan secara intensif selama pelaksanaan
pesantren.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama Kota Medan, yakni H. Ahmad Kamil Harahap, MA, serta Kepala Kantor Urusan Agama Medan Helvetia, JUDRI HUTAGALUNG, MSi.
Baca Juga: Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polsek Medan Area Giatkan Patroli Asmara Subuh Kehadiran para tokoh agama ini menjadi bentuk sinergi antara
Lapas Kelas I Medan dengan Kementerian Agama dalam mendukung program pembinaan spiritual warga binaan.
Laporan panitia disampaikan oleh Kasi Bimbingan Kemasyarakatan, M. Hidayatullah, yang menjelaskan bahwa kegiatan Pesantren Ramadhan ini dirancang untuk membentuk karakter warga binaan agar lebih religius, disiplin, serta memiliki bekal moral yang kuat saat kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, sambutan sekaligus pembukaan kegiatan secara resmi disampaikan oleh Kabid Pembinaan, Prayoga Yulanda, yang mewakili Kepala
Lapas Kelas I Medan.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Pesantren Ramadhan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum pembinaan rohani yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi warga binaan.
Baca Juga: Tidak Ada Larangan, Pemko Medan Tata dan Fasilitasi Penjualan Daging Nonhalal "Melalui Pesantren Ramadhan ini, kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjadikan Ramadhan sebagai sarana introspeksi dan perbaikan diri," ujarnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Lapas Kelas I Medan kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan, guna mewujudkan warga binaan yang berakhlak baik, mandiri, dan siap kembali menjadi bagian produktif di tengah masyarakat.