MATATELINGA, Madina :Polemik Dapur Simaninggir kembali menguat setelah beredar video yang memperlihatkan kondisi area pencucian ompreng diduga tidak memenuhi standar kebersihan. Rekaman tersebut menunjukkan lapisan seng pada tempat yang semestinya steril terlihat berkarat dan menimbulkan tanda tanya publik.
Baca Juga: Bersama Bupati dan Dandim, Kapolres Labuhanbatu Hadiri Grand Opening SPPG Sioldengan Yayasan Hasnah Kuliner Putri Dalam video yang diterima redaksi, bagian yang disebut sebagai area pencucian ompreng tampak menggunakan material seng, bukan aluminium sebagaimana lazim digunakan pada fasilitas dapur yang mengutamakan higienitas. Permukaan seng terlihat berkarat di beberapa titik.
Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait standar sanitasi dan keamanan pangan. Area pencucian peralatan makan idealnya menggunakan material tahan karat dan mudah dibersihkan guna mencegah kontaminasi.
Baca Juga: Wagub Surya Ajak Seluruh Pihak Perluas Pelayanan MBG hingga Balita dan Ibu Hamil Polemik ini menjadi lanjutan dari bantahan Kepala Desa Simaninggir, Muhsin Azis, terkait klaim bahan baku dan kerja sama desa yang sebelumnya mencuat. Kini, perhatian publik melebar pada aspek teknis operasional dapur dan kelayakan fasilitas.
Baca Juga: Dapur Gizi Raksasa Siap Layani 2.148 Siswa di Polres Simalungun Menanggapi situasi tersebut, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mandailing Natal, Erwinsyah Pasaribu, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Batang Gadis, Kecamatan Panyabungan Barat, menyampaikan pandangan tegas namun elegan.
Menurut Erwinsyah, fasilitas dapur yang berkaitan dengan konsumsi masyarakat, terlebih jika menyasar anak-anak atau kelompok rentan, wajib memenuhi standar sanitasi dan keamanan pangan tanpa kompromi.
Baca Juga: Kapolda Sumut Hadiri Launching Serentak SPPG Polri, Tegaskan Komitmen Dukung Program Gizi Nasional "Kita berbicara soal kesehatan dan keselamatan. Tempat yang harusnya steril tidak boleh menggunakan material yang mudah berkarat. Ini menyangkut tanggung jawab moral dan hukum," tegas Erwinsyah Pasaribu.
Ia juga menilai polemik yang terjadi, mulai dari klaim bahan baku, dugaan tidak adanya koordinasi dengan pemerintah desa, hingga persoalan sanitasi dapur, perlu ditangani secara terbuka dan profesional.
Baca Juga: Diikuti Ratusan Atlet se Sumut, Kejuaraan Karate Piala Kajati Sumut II Dibuka Harli Siregar, Pejabat Pemprov Sumut 'Kompak' Tak Hadir "Semua pihak harus membuka data dan fakta. Jika memang ada kekeliruan, segera diperbaiki. Jika ada pelanggaran, harus ada evaluasi dan audit menyeluruh. Transparansi adalah kunci menjaga kepercayaan publik," ujarnya.
Erwinsyah menekankan bahwa polemik ini tidak boleh dipandang sebagai konflik personal, melainkan momentum pembenahan sistem. Ia mendorong instansi terkait melakukan pemeriksaan teknis terhadap standar bangunan, sanitasi, dan kelayakan operasional Dapur Simaninggir.
Baca Juga: Tinjau Pembagian MBG di SMAN 1 Gunungsitoli, Bobby Nasution Pastikan Program Ini Optimal Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Dapur Simaninggir belum memberikan klarifikasi resmi terkait kondisi fasilitas yang terekam dalam video. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait guna memperoleh keterangan berimbang sesuai prinsip jurnalistik.
Perkembangan kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat Mandailing Natal, khususnya terkait standar kebersihan, transparansi operasional, dan tanggung jawab sosial pengelola dapur. Evaluasi menyeluruh dinilai penting untuk memastikan keamanan dan kepercayaan publik tetap terjaga.
Baca Juga: Pemko Medan Sambut Kehadiran SPPG Sudirejo II-003 Sebagai Bagian Dari Upaya Peningkatan Kualitas Masyarakat Baca Juga: Kepala Desa Simaninggir SPPG itu berbohong , Bahan Baku, Izin, dan Limbah Disorot Baca Juga: Bupati Madina Tegas Awasi MBG Bukit Malintang, Praktik Cuci Ompreng di Sungai Dinilai Tak Bisa Ditoleransi