Mahasiswa menilai masih banyak persoalan yang belum terselesaikan, mulai dari persoalan birokrasi, tata kelola pemerintahan, hingga dugaan kuat adanya kepentingan kelompok tertentu yang lebih diutamakan daripada kepentingan masyarakat luas. Namun sangat disayangkan, Wali Kota Medan Rico Waas tidak hadir untuk menjumpai massa aksi yang telah datang secara terbuka menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap jalannya pemerintahan Kota Medan. Akibat dari ketidakhadiran Wali Kota Medan untuk berdialog secara langsung dengan mahasiswa, situasi aksi sempat memanas dan terjadi bentrokan antara massa aksi dengan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di sekitar area Kantor Wali Kota Medan.
Massa aksi menilai ketegangan tersebut terjadi karena tidak adanya itikad baik dari pihak pemerintah kota untuk menemui dan berdialog dengan para demonstran yang hadir menyampaikan aspirasi rakyat. Sebagai bentuk kekecewaan dan simbol protes terhadap sikap pemerintah kota yang dinilai tidak responsif terhadap aspirasi mahasiswa dan masyarakat, massa aksi juga melakukan aksi simbolik dengan melempar telur busuk ke arah gerbang Kantor Wali Kota Medan. Aksi tersebut merupakan bentuk ekspresi kekecewaan terhadap kepemimpinan yang dianggap tidak berani, hadir secara langsung untuk menjawab kritik dan pertanyaan publik. Selengkapnya di kolom komentar
Baca Juga: Dua Pekan Jelang Lebaran, Harga Sayur di Pasar Inpres Tapaktuan Masih Stabil